Polisi Bongkar Pabrik Kosmetik Mengandung Merkuri di Bogor

2 hours ago 1

BADAN Reserse Kriminal Polri mengungkap praktik produksi kosmetik berbahaya yang beroperasi di area Perumahan Casa Samala Pentas Blok K2, Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Produk kecantikan ini diduga tidak mengantongi izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) 

Polisi menggeledah lokasi pada 9 April 2026 dan menangkap tiga orang. “Mereka adalah RH yang mengaku sebagai pemilik usaha, MR yang mengaku sebagai karyawan, dan FA sebagai kurir angkut dari JnT,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Brigadir Jenderal Eko Hadi Santoso dalam keterangan tertulis, Senin, 13 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

RH menjalankan usaha produksi kosmetik tersebut sejak April 2024. Ia adalah lulusan SMK jurusan penerbangan yang belajar membuat kosmetik secara autodidak. Ia membeli bahan baku dari marketplace.

Sejumlah produk yang diproduksi berupa toner, sabun cair, krim siang, dan krim malam. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal pusat laboratorium forensik, ditemukan adanya senyawa kimia berbahaya berupa merkuri dalam sampel produk krim siang dan krim malam.

Dalam penggeledahan, polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya, 53 buah paket siap kirim warna ungu, 50 buah paket siap kirim warna ungu, 19 buah paket siap kirim warna ungu, 59 pot krim siang, 57 pot krim malam, 3 dus pot kosong berwarna putih, 25 buah sabun papaya whitening soap, 29 buah sabun papaya brightening soap.

Selain itu 14 buah krim malam kiloan berwarna kuning, 25 buah sabun wajah cair, 120 buah toner, 1 unit mesin cetak resi, 1 kresek paper bag berwarna merah, 7 roll plastik ungu, 1 buah paket siap kirim berwarna hitam, 1 jerigen toner, 1 ember sabun cair, 1 dus berisi botol kosong toner (campuran), 1 plastik besar berisi botol kosong sabun, 3 handphone, pewarna makanan 1 liter, 2 buah baskom (sarana untuk mengaduk), 1 buah penanak nasi, 1 buah alat serut sabun papaya.

Eko menyatakan para pelaku diduga melanggar Pasal 435 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Saat ini polisi masih memeriksa saksi-saksi, melakukan uji laboratorium secara formal untuk memperkuat bukti kandungan merkuri, dan melengkapi administrasi penyidikan.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |