Prabowo Bilang Banyak Negara Iri dengan Indonesia

5 hours ago 5

PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan banyak negara merasa iri dengan Indonesia. Pandangan itu ia sampaikan saat berpidato dalam acara peluncuran biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat pada Kamis, 9 Juli 2026.

Dalam orasinya, Prabowo mengatakan dunia ini penuh dengan persaingan. "Banyak negara yang iri sama kita, banyak negara yang benci sama kita," kata Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Prabowo, bangsa Indonesia tidak pernah benci dengan orang lain. Tapi nyatanya, kata dia, banyak pihak yang dengki dan iri. "Maunya ngerjain kita, jelek-jelekin kita," ujarnya.

Prabowo mengatakan sikap benci itu terlihat salah satunya di media sosial. Ia menyinggung narasi yang pernah beredar di dunia maya, seperti tagar Indonesia gelap hingga klaim bahwa Indonesia akan kacau atau kolaps.

Narasi itu, kata dia, juga digunakan oleh orang-orang Indonesia sendiri. Karena itu, Prabowo berujar, masyarakat harus mewaspadai kondisi tersebut. "Dia berharap kolaps, bayangkan, orang Indonesia sendiri berharap kolaps," ucap mantan menteri pertahanan ini.

Di sisi lain, Prabowo mengklaim dunia sudah mulai membuka mata terhadap keberhasilan Indonesia. "Saya sendiri kaget, tokoh-tokoh dunia membicarakan Indonesia. Indonesia kok berhasil, Indonesia kok tidak panik, Indonesia kok tidak naikin harga BBM untuk rakyat kecil," kata dia.

Dalam acara yang sama, Prabowo meluncurkan program Biodiesel B50. Skema B50 mewajibkan pencampuran biodiesel kelapa sawit sebesar 50 persen ke dalam bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang dijual di Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan kebijakan ini akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar. "Dengan implementasi B50, maka alhamdulillah kita tidak lagi melakukan impor produk solar ke negara kita," kata Bahlil saat acara peluncuran program B50 bersama Presiden Prabowo di Karawang, Jawa Barat, Kamis, 9 Juli 2026.

Menurut Bahlil, rata-rata konsumsi solar di Indonesia adalah 38-40 juta kiloliter per tahun. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Indonesia selama ini masih melakukan impor solar sekitar 3-4 juta kiloliter per tahun.

Bahlil menyebut pencampuran 50 persen biodiesel kelapa sawit ke dalam BBM akan menurunkan kebutuhan solar murni di Indonesia. Melalui perluasan program B50, ia menyampaikan, volume produksi dalam negeri dinilai sudah sanggup memenuhi seluruh kebutuhan pasar domestik secara mandiri.

Ketua Umum Partai Golkar ini berujar, pemerintah telah melakukan uji coba Biodiesel B50 selama enam bulan sebelum meluncurkannya ke masyarakat. Pemerintah menguji pada enam sektor pengguna mesin diesel, yaitu otomotif, alat dan mesin pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, pembangkit listrik, dan kereta api.


Ervana Trikarinaputri berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |