Prabowo: Saya Ingin Jadi Presiden karena RI Salah Arah sejak 1990-an

2 hours ago 2

PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan Indonesia telah salah arah sejak dekade 1990-an. Penilaian itu yang kemudian membuatnya berkali-kali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden.

Prabowo mengatakan banyak pihak yang mempertanyakan alasannya terus bertarung untuk jadi presiden. "Sampai ada analis-analis, podcast-podcast, bilang 'Prabowo ingin banget jadi presiden'," kata dia saat berpidato di Bandar Lampung, Rabu, 10 Juni 2026 seperti disiarkan Sekretariat Presiden.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ketua Umum Partai Gerindra ini menyampaikan, dirinya gagal menjadi presiden sebanyak empat kali sebelum memenangkan Pilpres 2024. Yang pertama, ia berujar, adalah saat maju konvensi calon presiden Partai Golkar pada 2004. Setelahnya, ia juga kalah ketika menjadi calon wakil presiden pada 2009 dan calon presiden di 2014 dan 2019.

Prabowo mengklaim ia berulang kali mencalonkan diri bukan untuk mendapat jabatan semata. Mantan menteri pertahanan ini menyebut telah merasa Indonesia salah arah sejak puluhan tahun lalu. "Saya ingin jadi presiden karena saya sudah lihat dari tahun 90-an Indonesia menuju arah yang salah. Saya sudah melihat," tuturnya.

Pada dekade 1990-an, Prabowo masih berdinas dalam militer Indonesia. Ia merupakan tentara aktif hingga diberhentikan pada 1998. Periode itu juga melihat berbagai peristiwa bersejarah, mulai dari krisis moneter Asia, mundurnya mantan presiden Soeharto, referendum kemerdekaan Timor Leste, hingga amandemen pertama Undang-Undang Dasar 1945.

Pidato kali ini Prabowo sampaikan dalam Munas Hipmi ke-XVIII yang berlangsung di Hotel Novotel Bandar Lampung, Provinsi Lampung pada 10-11 Juni 2026. Munas kali ini mengangkat tema "Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Ekonomi Nasional".

Kegiatan ini juga menjadi ajang pemilihan ketua umum Hipmi untuk periode 2026-2029. Ada empat kandidat calon ketua umum Hipmi dalam pemilihan kali ini. Mereka adalah Ade Jona Prasetyo, Anthony Leong, Reynaldo Bryan, dan Afifuddin Kalla.

Hipmi memperkirakan acara Munas dihadiri lebih dari 2.000 peserta. Mereka terdiri dari pengurus, mantan ketua, hingga para anggota organisasi tersebut.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |