Serangan atas biarawati di Yerusalem dinilai sangat serius dan tercela

4 hours ago 2

Jerusalem (ANTARA) - Vikaris jenderal Patriarkat Latin di Yerusalem pada Jumat menyebut serangan seorang ekstremis Israel terhadap seorang biarawati asal Prancis sebagai tindakan yang “sangat serius dan tercela.”

Sebelumnya pada Rabu (29/4), seorang pria Israel berusia 36 tahun ditangkap setelah menyerang seorang biarawati di Yerusalem Timur, menurut kepolisian Israel, dalam insiden yang mereka sebut bermotif rasial.

Uskup William Shomali mengatakan kepada Anadolu bahwa ia telah menyaksikan rekaman video kejadian dan menggambarkannya sebagai “menyakitkan, mengkhawatirkan, dan sangat serius.”

“Biarawati itu secara fisik lemah. Pelaku mendorongnya dengan keras dari belakang, menyebabkan ia terjatuh ke tanah setelah kepalanya membentur ubin batu yang menonjol," ujarnya.

"Ia (pelaku) kemudian kembali dan menginjaknya. Seorang pria muda Israel keturunan Rusia turun tangan dan menarik pelaku menjauh, meskipun identitasnya tidak diketahui,” lanjutnya.

Shomali mengatakan bahwa “cara biarawati itu jatuh dapat menyebabkan kematiannya, terutama karena ia didorong dengan keras dari belakang.”

“Pelaku yang kembali untuk menendangnya setelah ia sudah terluka membuat kejahatan ini semakin berat. Ini adalah tindakan yang sangat tercela,” katanya.

Shomali memperingatkan bahwa “penggunaan kata ‘kematian’ kerap muncul dalam sejumlah slogan yang digunakan oleh kelompok ekstremis Israel.”

Terkait penangkapan pelaku, ia mengatakan bahwa polisi “tidak merespons dengan cepat dalam insiden serupa sebelumnya, tetapi tindakan mereka kali ini patut diapresiasi, dan keadilan menuntut pengakuan atas perhatian serta tindak lanjut tersebut.”

Ia menambahkan bahwa “biarawati yang mengajukan laporan resmi sebelum dipindahkan ke rumah sakit menjadi faktor penting dalam mendorong penanganan kasus,” seraya mencatat bahwa “ketiadaan laporan dalam kasus lain sering kali menyebabkan tidak adanya tindak lanjut.”

Shomali menegaskan “perlunya edukasi ulang bagi mereka yang menganut ideologi rasis,” serta menambahkan bahwa pelaku “akan diadili berdasarkan hukum Israel,” dan bahwa “polisi sendiri menyebut peristiwa tersebut sebagai ‘serangan rasial’ dan menyebut kejahatan itu dengan istilah yang tepat.”

Peningkatan kasus serangan

Polisi, yang sebelumnya dikritik karena tidak bertindak dalam kasus serupa, merilis gambar pada Rabu (29/4) yang menunjukkan biarawati tersebut mengalami luka di kepala.

Mereka menyatakan “memandang serius segala bentuk kekerasan, khususnya serangan bermotif rasial yang menargetkan rohaniwan.”

Harian The Times of Israel melaporkan bahwa biarawati tersebut bekerja di Sekolah Biblika dan Arkeologi Prancis, tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai identitas atau kewarganegaraannya. Ratusan rohaniwan dan biarawati dari berbagai negara bertugas di gereja dan lembaga keagamaan di Yerusalem Timur.

Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan yang signifikan dalam serangan oleh warga Israel terhadap rohaniwan Muslim dan Kristen serta terhadap situs-situs suci di Yerusalem.

Para pemimpin gereja di Yerusalem berulang kali menyerukan kepada otoritas Israel untuk bertindak tegas guna menghentikan serangan semacam itu.

Serangan ini terjadi setelah beredarnya video bulan lalu yang menunjukkan seorang tentara Israel menggunakan palu godam untuk merusak patung Yesus, dalam insiden yang menuai kecaman luas.

Serangan tersebut juga terjadi di tengah meningkatnya kekerasan oleh pasukan dan pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki sejak Oktober 2023, yang menurut data Palestina telah menewaskan sedikitnya 1.155 warga Palestina, melukai sekitar 11.750 orang, serta menyebabkan sekitar 22.000 lainnya ditangkap.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Ekstremis Israel serang warga Kristen Armenia di Yerusalem

Penerjemah: Primayanti
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |