Studi: Pengguna Motor di Indonesia Andalkan Sistem Navigasi

4 days ago 6

PERUSAHAAN HERE Technologies baru saja merilis hasil studi terbaru mengenai perilaku pengendara motor di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Studi bertajuk “Inside the Two-Wheeler Landscape in APAC: Key Trends and Rider Behaviors” itu menunjukkan bahwa pengendara motor di Indonesia sangat bergantung pada sistem navigasi untuk mendukung efisiensi, manajemen waktu, hingga keselamatan berkendara.

Riset yang dilakukan bersama firma independen Point Consulting itu melibatkan lebih dari 2.400 responden dari Tiongkok, India, Indonesia, Jepang, Thailand, dan Vietnam. Sebanyak 400 responden berasal dari Indonesia. Hasil studi menyoroti tingginya frekuensi berkendara harian di Indonesia, budaya berkendara yang berorientasi pada tujuan akhir, serta meningkatnya ekspektasi terhadap akurasi dan keandalan sistem navigasi.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sebanyak 96 persen responden di Indonesia menggunakan kendaraan roda dua untuk perjalanan sehari-hari. Studi tersebut juga mencatat hampir satu dari dua pengendara di Indonesia sering, bahkan selalu, menggunakan sistem navigasi untuk membantu menghadapi kemacetan, memilih rute lebih aman, dan menjaga waktu tempuh tetap terprediksi.

“Bagi pengendara di Indonesia, setiap keterlambatan perjalanan, dampaknya bisa berlipat,” ujar Abhijit Sengupta, General Manager Asia Tenggara dan India dari HERE Technologies, dalam keterangan tertulis, 11 Mei 2026.

Menurut dia, sistem navigasi dinilai dari kemampuannya dalam menjaga kelancaran pengiriman dan mengurangi rute yang tidak efisien di tengah lalu lintas padat. “Di Indonesia, kendaraan roda dua menjadi tulang punggung sehari-hari sekaligus menjadi sumber penghasilan,” tuturnya.

Oleh karena itu, kata Abhijit, kesalahan kecil dalam panduan rute bisa dengan cepat berujung pada keterlambatan dan berdampak pada penurunan pendapatan. “Presisi, pembaruan informasi dalam waktu cepat, dan panduan rute yang mendukung pengalaman berkendara yang lebih aman menjadi semakin penting,” ujarnya.

Fitur petunjuk arah berbasis suara menjadi fitur navigasi paling diminati oleh responden Indonesia. Sebanyak 67 persen responden memilih fitur tersebut karena dinilai membantu menghadapi kondisi jalan yang rumit.

Meski tingkat ketergantungan terhadap sistem navigasi tinggi, responden masih menghadapi sejumlah kendala yang memengaruhi efisiensi waktu dan pendapatan. Tiga tantangan utama yang paling banyak dikeluhkan adalah estimasi waktu tempuh yang tidak akurat, keterlambatan akibat panduan rute yang kurang optimal, serta rekomendasi jalan pintas yang dianggap tidak aman.

Hasil survei juga menunjukkan tingginya kebutuhan pengendara terhadap rekomendasi rute yang lebih aman dan dapat diprediksi. Selain itu, fitur peringatan pencurian diprioritaskan oleh 56 persen responden, sementara 53 persen lainnya mengutamakan fitur statistik performa kendaraan dalam sistem navigasi.

Secara keseluruhan, tingkat kepuasan pengendara roda dua di Indonesia terhadap sistem navigasi tergolong tinggi. Sebanyak 42 persen responden menyatakan “sangat puas”, sementara Indonesia mencatat skor kepuasan navigasi rata-rata sebesar 8,18, salah satu yang tertinggi di Asia Pasifik.

Bagi pekerja lepas dan kurir yang mengandalkan sistem navigasi untuk memperoleh penghasilan, fitur navigasi dinilai sangat penting untuk mendukung efisiensi kerja. Responden dalam kelompok ini menginginkan rekomendasi rute yang lebih aman, pengalihan rute secara instan, serta rekomendasi rute untuk beberapa destinasi sekaligus.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |