Trump Tak Puas dengan Proposal Iran Soal Selat Hormuz

5 hours ago 4

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tidak puas terhadap proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat serta Israel. Menurut laporan The New York Times yang dikutip Anadolu pada Senin, 27 April, Trump telah menerima paparan rencana tersebut dalam rapat di Situation Room Gedung Putih.

Proposal itu mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dengan imbalan penghentian blokade Amerika Serikat terhadap Iran. Namun, rencana tersebut tidak menyentuh isu program nuklir Iran, yang selama ini menjadi tuntutan utama Washington.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Seorang pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada The New York Times bahwa menerima proposal itu dapat menghilangkan klaim kemenangan politik bagi Trump. Hingga kini, tidak dijelaskan secara rinci bagian mana dari proposal yang membuat Trump tidak puas, namun ia selama ini bersikeras pada tuntutan terkait program nuklir Iran.

Usulan Gencatan Senjata Iran

Menurut laporan Axios, rencana Iran juga mencakup perpanjangan gencatan senjata dalam jangka panjang atau permanen. Pembicaraan mengenai program nuklir akan dilakukan pada tahap berikutnya, setelah Selat Hormuz dibuka kembali dan pembatasan dicabut.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyerahkan proposal itu melalui mediator Pakistan. Namun, Trump sebelumnya telah menolak proposal lain dari Iran dan secara mendadak membatalkan perundingan yang direncanakan berlangsung di Islamabad. Pejabat Amerika Serikat mengatakan bahwa Iran tidak memberikan mandat kepada negosiatornya untuk membuat konsesi terkait program nuklir.

Dampak Ekonomi dan Tekanan Energi Global

Menurut laporan PBS News, Iran menawarkan untuk menghentikan penutupan Selat Hormuz dengan imbalan pencabutan blokade dan penghentian perang. Namun, proposal tersebut menunda pembahasan isu nuklir ke tahap selanjutnya, yang dinilai tidak menyelesaikan akar konflik yang memicu perang sejak 28 Februari 2026.

Penutupan selat dan blokade Amerika Serikat telah mendorong lonjakan harga energi global. Harga minyak Brent pada Senin 27 April 2026 mencapai sekitar US$ 108 per barel, naik hampir 50 persen sejak konflik dimulai.

Diplomasi Iran ke Rusia

Di tengah kebuntuan negosiasi, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan kunjungan ke Rusia. Menurut kantor berita pemerintah Iran, IRNA, Araghchi tiba di St. Petersburg pada Senin 27 April 2026 untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dalam wawancara video yang disiarkan, Araghchi mengatakan momen ini adalah kesempatan yang baik bagi kami untuk berkonsultasi dengan mitra Rusia. "Mengenai perkembangan yang terjadi terkait perang selama periode ini dan apa yang sedang berlangsung saat ini,” kata Araghchi.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |