UGM Terapkan Sistem Operasi Khusus Cegah Kecurangan UTBK

3 hours ago 1

UNIVERSITAS Gadjah Mada menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes atau UTBK-SNBT 2026 pada 21-27 April 2026. Sebanyak 15.789 peserta terdaftar mengikuti UTBK di kampus UGM.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Direktur Direktorat Teknologi Informasi UGM Ridi Ferdiana mengatakan panitia telah menyiapkan infrastruktur teknologi secara menyeluruh. Fasilitas itu mencakup kesiapan jaringan internet untuk menunjang pelaksanaan ujian, perangkat komputer, sistem server, hingga mekanisme pengawasan selama ujian berlangsung.

Untuk mencegah adanya praktik kecurangan, dia mengatakan sistem UTBK tahun ini menggunakan sistem operasi khusus berbasis Linux. Sistem ini, ujar dia, dijalankan melalui media USB sehingga mampu mencegah penggunaan perangkat lunak jarak jauh yang acap dimanfaatkan untuk kecurangan.

Dia berujar sistem operasi khusus tersebut dirancang dalam lingkungan yang terkontrol dengan aplikasi yang terintegrasi di sistem. Ridi memastikan pelaksanaan sistem ini tidak akan mengganggu jalannya ujian.

"Lingkungan sistem yang tertutup ini membantu menjaga proses ujian tetap fokus dan aman dari intervensi luar," kata dia dalam keterangannya pada Selasa, 21 April 2026.

Terdapat empat unit server yang dioperasikan UGM untuk mendukung pelaksanaan UTBK tahun ini. Ridi mengatakan seluruh server itu telah diuji melalui uji beban dan uji coba nasional.

UGM juga menerapkan mekanisme failover dalam sistem tersebut, termasuk sistem pemantauan agar layanan tetap berjalan normal meski ada gangguan di salah satu server. "Kalau ada kendala di satu server, sistem langsung dialihkan ke server lain agar peserta tetap bisa melanjutkan ujian," ucapnya.

Selain itu, dia menjelaskan UGM telah membekali seluruh petugas UTBK sebelum pelaksanaan ujian. Dia berujar pembekalan ini mencakup strategi pengawasan dan pencegahan kecurangan selama UTBK.

Dia menyatakan pengawasan dilakukan panitia secara menyeluruh sebagaimana prosedur yang ditetapkan. Termasuk perihal identifikasi pola-pola kecurangan yang dilakukan peserta selama ujian berlangsung.

"Kami membekali petugas agar sigap mengenali potensi kecurangan dan bisa merespons dengan tepat di lapangan," ucap Ridi.

Adapun total ruang ujian yang digunakan untuk pelaksanaan UTBK di UGM tahun ini sebanyak 44 ruangan. Total ada 1.452 unit komputer yang dapat dipakai peserta untuk mengikuti ujian.

Ridi menyatakan seluruh komputer tersebut sudah disiapkan dari sisi sistem operasi dan perangkat lunak sesuai standa nasional. Ada dua operator internet yang dipakai dalam mendukung pelaksanaan UTBK di UGM, yaitu Telkom dan Indosat.

Ridi menjelaskan, skema dual operator internet ini memungkinkan koneksi tetap tersedia meskipun salah satu jaringan mengalami gangguan. Pengecekan rutin juga dilakukan terhadap perangkat jaringan untuk menjaga keamanan sistem dan menjaga stabilitas konektivitas.

"Kami memastikan setiap perangkat benar-benar siap digunakan, termasuk menyiapkan cadangan jika sewaktu-waktu diperlukan," ujarnya.

UGM, kata dia, juga berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil selama pelaksanaan UTBK. Dia mengatakan upaya tersebut sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |