Warga Batu Tumpang Gunakan Air Kubangan untuk Mandi dan Mencuci

3 hours ago 2
Warga Batu Tumpang Gunakan Air Kubangan untuk Mandi dan Mencuci Warga menggunakan kubangan air bekas galian tanah untuk keperluan mandi dan mencuci dampak kekeringan.(MI/Reza Sunarya)

SUNGGUH memprihatinkan. Warga di Desa Batu Tumpang, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta, terpaksa harus menggunakan air kubangan yang kotor di bekas galian tanah akibat mengalami krisis air bersih akibat kekeringan dalan tiga bulan terakhir ini.

Selama tiga bulan terakhir, sejumlah warga di Desa Batu Tumpang, Kecamatan Tegalwaru, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Warga terpaksa memanfaatkan dua kubangan bekas galian tanah yang masih menyisakan genangan air sebagai tempat mandi dan mencuci pakaian. 

Meski kondisi air tampak keruh kecokelatan, bercampur lumpur, sampah plastik, hingga lumut di tepi kubangan, menjadi hal biasa karena tidak ada lagi air bersih untuk keperluan mandi dan Mencuci.

Warga yang mayoritas kaum ibu ibu nampak sedang mencuci pakaian di tepian kubangan, sedangkan anak-anak mandi menggunakan air yang diambil dari genangan tersebut.

"Sudah tiga bulan enggak ada air. terpaksa air kubangan digunakan untuk mandi dan mencuci," kata Nina, Selasa (21/7)

Menurut Warga air dari kubangan hanya digunakan untuk mandi dan mencuci. Sementara untuk kebutuhan memasak dan minum, keluarganya harus membeli air isi ulang seharga Rp5 ribu per galon atau air mineral sekitar Rp20 ribu per galon. 

Menurut warga, kondisi ini terjadi setiap musim kemarau, Kendari mereka menyadari air bekas galian tersebut kurang baik namun tetap menjadi pilihan warga karena tidak ada lagi sumber air yang bersih.

Sementara, bantuan air bersih yang dikirim dari Pemda tidak mencukupi. Selain tidak tiap hari ada pengiriman, warga yang membutuhkan juga cukup banyak.(RZ/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |