Para alumni KPMDB Bandung foto bersama usai acara.(MI/Supardji Rasban)
ALUMNI Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah Brebes (KPMDB), Jawa Tengah yang dahulu sekolah/kuliah di Bandung, Jawa Barat, pada 90-an, menggelar reuni untuk merajut tali silaturahmi.
Reuni digelar di Pendopo "Bumi Panine Ungan" Sumar Ila desa Cikakak No 1 Banjarharjo Kabupaten Brebes, milik mantan Ketua KPMDB Bandung, Agus Iriana. Reuni dihadiri 50 orang dari berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Brebes.
Agus Iriana menyampaikan bahwa dalam situasi ke Indonesiaan saat ini perlu mengenang kembali kebersamaan yang tulus saat dirinya diberi amanat oleh teman-teman mengurus organisasi KPMDB di Bandung. “Pengalaman saat itu sangat berkesan dan sangat membantu mensugesti potensi-potensi lanjutan sehingga perlu disyukuri,” ujar Agus Iriana, Senin (3/8).
Dalam kesempatan tersebut, juga dipanjatkan doa untuk mantan Bupati Bandung yang bersala dari Desa/Kecamatan Banajarharjo, Brebes, Alm H. Hardono dan Alm HM. Tadjuddin Noortaly yang juga mantan Bupati Brebes. “Kedua beliau merupakan figur yang memiliki kepedulian terhadap generasi muda, ya kita kita ini,” ucap Agus Iriana.
Senada dengan Agus Irana yang mewakili para alumni, Slamet Riyanto, mengatakan ikatan persaudaraan seperti ini perlu dilanjutkan bahkan diwariskan kepada generasi muda.
“Agar mereka memiliki etos keilmuan yang pada gilirannya berpengaruh terhadap amaliyah yang perlu disumbangkan demi kemajuan daerah,” ujar Slamet Riyanto.
BACA PUISI
Koordinator KPMDB se-wilayah Jawa dan Madura yang juga dewan pakar Atmo Tan Sidik didaulat untuk membacakan puisi bertajuk "Senyum Teritorial kanggo KDMDB Bandung sing Laka-laka,". Atmo mengingatkan beberapa tagline yang bersliweran di medsos bahkan realitas tentang Indonesia Gelap, Kabur Aja dulu, Kerusakan nyaris sempurna dan Indonesia sedang tidak baik-baik saja.
“Mari kita buat ventilasi kecil suara lirih dari pendopo H Sumar Ila Cikakak ini untuk mengingatkan Indonesia yang sedang sumuk gerah dan kurang genah,” ujar Atmo Tan Sidik, yang dikenal sebagai budayawan Pantura.
Tauziah diisi oleh pengasuh ponpes Alhikmah Purwakarta Jawa Barat KH R Dadan Ahdan yang mengingatkan kepada hadirin tentang penting dan manfaatnya silaturahmi antarkomponen bangsa sehingga kita menjadi pribadi yang tangguh dalam menciptakan keluarga yang sakinah mawadah warohmah.
Ketua Panitia Euis Rofiq, menambahkan jika reuni berlangsung dengan sangat mengesankan, rahat, ruket. “Ada aneka sajian kuliner daerah seperti minuman selamat datang berupa es selendang mayang atau es goyobod, tahu gejrot, puding, combro, alu-alu, klepon, siomay, mie ayam, rendang, sate maranggi khas Purwakarta dan lainnya,” jelas Euis Rifiq. (E-2)

















































