Pelatih timnas AS Maurcio Pochettino(AFP/ALEX GRIMM / GETTY IMAGES NORTH AMERICA)
FEDERASI Sepak Bola Amerika Serikat (US Soccer) secara resmi mengumumkan perpanjangan kontrak Mauricio Pochettino sebagai pelatih kepala timnas AS. Pelatih asal Argentina tersebut akan tetap menahkodai skuad The Stars & Stripes hingga berakhirnya siklus Piala Dunia 2030.
Keputusan strategis ini diumumkan pada Senin (3/8) menyusul performa menjanjikan AS di bawah arahan Pochettino di ajang Piala Dunia 2026. Meski langkah mereka terhenti di babak 16 besar, federasi menilai ada progres signifikan dalam perkembangan tim.
Kepercayaan Jangka Panjang US Soccer
CEO US Soccer, JT Batson, menyatakan bahwa perpanjangan kontrak ini merupakan bentuk komitmen federasi terhadap proyek jangka panjang yang sedang dibangun. Menurutnya, Pochettino dan staf kepelatihannya memiliki visi yang sejalan dengan ambisi sepak bola AS.
"Mauricio dan staf pelatihnya percaya pada masa depan sepak bola di AS. Proyek baru ini memungkinkan kami melanjutkan perkembangan tim nasional putra Amerika Serikat sekaligus menjaga momentum positif US Soccer," ujar Batson dalam keterangan resminya.
Pochettino sendiri menyambut antusias kepercayaan tersebut. Setelah dua tahun menangani tim sejak ditunjuk pada 2024, ia merasa potensi sepak bola di AS masih sangat besar untuk digali lebih dalam.
"Kami semakin yakin bahwa program timnas putra memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi lebih kuat. Semangat yang kami rasakan dari para suporter sepanjang Piala Dunia semakin menguatkan keyakinan kami tentang apa yang bisa dicapai di sini," ungkap mantan manajer Tottenham Hotspur tersebut.
Rekapitulasi Performa di Piala Dunia 2026
Di bawah kendali Pochettino, AS menunjukkan taji sebagai salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan. Di fase grup Piala Dunia 2026, AS berhasil keluar sebagai juara grup setelah bersaing ketat dengan Australia, Paraguai, dan Turki.
Keberhasilan meraih enam poin di fase grup tersebut mencatatkan sejarah baru sebagai perolehan poin terbanyak timnas putra AS sepanjang keikutsertaan mereka di Piala Dunia. Tren positif berlanjut di babak 32 besar saat mereka sukses menyingkirkan Bosnia dan Herzegovina.
Namun, ambisi untuk melangkah lebih jauh di hadapan publik sendiri harus kandas di babak 16 besar. AS dipaksa mengakui keunggulan Belgia dengan skor telak 1-4, hasil yang sekaligus mengakhiri perjalanan mereka di turnamen tersebut.
Rekam Jejak Mauricio Pochettino
Sebelum merapat ke AS, Pochettino dikenal sebagai pelatih dengan reputasi mentereng di kompetisi Eropa. Berikut adalah beberapa pencapaian kunci dalam karier kepelatihannya:
| Southampton (2013) | Peringkat 8 Liga Primer Inggris (Rekor terbaik klub saat itu) |
| Tottenham Hotspur | Finalis Liga Champions 2019 |
| Paris Saint-Germain | Juara Ligue 1 2022 |
| Chelsea (2024) | Peringkat 6 Liga Primer Inggris |
| Timnas Amerika Serikat | Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 |
Dengan perpanjangan kontrak ini, Pochettino kini memiliki waktu empat tahun tambahan untuk mempersiapkan skuad menuju Piala Dunia 2030, dengan target membawa AS menembus jajaran elite sepak bola dunia. (Ant/Z-1)

















































