Bank Sampah Cemara Asri Ubah Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

3 hours ago 3
Bank Sampah Cemara Asri Ubah Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi Tim Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Blitar (Unisba) mendampingi Bank Sampah Cemara Asri.(Dok.Istimewa)

TIM Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Blitar (UNISBA) mendampingi Bank Sampah Cemara Asri, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, dalam mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

Pendampingan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat itu berlangsung pada 6 Agustus 2026. Program mengusung tema implementasi waste to value melalui inovasi produk konversi dan mitigasi sampah untuk mendorong ekonomi sirkular berbasis masyarakat.

Tim pelaksana terdiri atas Tri Endrawati sebagai ketua, serta Palupi Puspitorini dan Eko Wahyu Budiman sebagai anggota. Mereka memberikan pelatihan sekaligus memperkenalkan teknologi tepat guna berupa mesin pencacah botol plastik dan komposter.

Ketua tim, Tri Endrawati, mengatakan program tersebut tidak sekadar memberikan peralatan, tetapi juga mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap sampah.

“Kami ingin mendorong Bank Sampah Cemara Asri agar tidak lagi melihat sampah hanya sebagai sesuatu yang harus dikumpulkan dan dijual, tetapi sebagai bahan baku yang dapat diolah menjadi produk bernilai,” ujar Tri.

Melalui mesin pencacah, botol plastik yang sebelumnya hanya dikumpulkan dan dijual dapat diolah menjadi cacahan berukuran lebih kecil. Hasil cacahan tersebut lebih mudah disimpan dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku proses daur ulang.

Sementara sampah organik seperti sisa tanaman diolah menggunakan komposter menjadi kompos padat dan pupuk organik cair (POC). Produk tersebut dapat dimanfaatkan untuk tanaman sekaligus dikembangkan sebagai produk yang memiliki nilai ekonomi.

PENINGKATAN KETERAMPILAN
Anggota tim, Palupi Puspitorini, mengatakan penggunaan teknologi harus diikuti peningkatan keterampilan anggota kelompok agar dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Teknologi akan memberikan dampak apabila masyarakat mampu mengoperasikan, merawat, dan mengembangkannya. Karena itu, kegiatan kami tidak berhenti pada penyerahan mesin pencacah dan komposter, tetapi dilanjutkan dengan pelatihan serta pendampingan,” katanya.

Menurut Palupi, kemampuan tersebut diperlukan agar anggota bank sampah dapat mengoperasikan peralatan, menjaga kualitas hasil produksi, serta mengembangkan potensi usaha dari pengolahan sampah.

Anggota tim lainnya, Eko Wahyu Budiman, mengatakan sampah organik memiliki potensi untuk dikembalikan ke dalam siklus biologis melalui proses pengomposan.

“Melalui komposter, bahan organik dapat dikembalikan ke dalam siklus biologis dan menghasilkan kompos serta POC. Produk tersebut dapat dimanfaatkan untuk tanaman sekaligus dikembangkan sebagai produk yang memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Lurah Gedog mengapresiasi program yang mempertemukan perguruan tinggi dengan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, Bank Sampah Cemara Asri memiliki potensi untuk berkembang dari sekadar tempat pengumpulan sampah menjadi kelompok pengolahan sampah yang produktif.

“Kami sangat mendukung kegiatan yang memberikan pengetahuan, keterampilan, dan teknologi kepada masyarakat. Kami berharap pendampingan ini dapat terus memberikan dampak bagi kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat di Kelurahan Gedog,” katanya.

Ketua Bank Sampah Cemara Asri juga menyambut baik pendampingan tersebut. Ia mengatakan pelatihan memberikan pengetahuan baru bagi anggota dalam mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai lebih.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan dan pendampingan ini. Sebelumnya kami lebih banyak mengumpulkan dan menjual sampah, sedangkan sekarang kami mendapatkan pengetahuan untuk mengolah sampah menjadi produk yang lebih bernilai,” ujarnya.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong ekonomi sirkular di tingkat masyarakat. Sampah plastik diproses agar dapat kembali dimanfaatkan sebagai bahan baku, sedangkan sampah organik diolah menjadi kompos dan POC.

Tim UNISBA berharap Bank Sampah Cemara Asri dapat melanjutkan pemanfaatan teknologi tersebut secara mandiri. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, sampah diharapkan tidak hanya berkurang dari lingkungan, tetapi juga mampu menjadi sumber nilai ekonomi bagi masyarakat.

Program PkM tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta dukungan kelembagaan dari UNISBA dan Pemerintah Kelurahan Gedog. (E-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |