Ilustrasi(Dok Istimewa)
Universitas PGRI Sumatera Barat melalui program Pemberdayaan dan Kemitraan Masyarakat (PKM) turut mendorong penguatan daya saing usaha Batik Kopi Pariangan di Nagari Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Program PKM ini didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Program yang dilaksanakan mulai Juni hingga Agustus 2026 tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas usaha masyarakat, meningkatkan nilai tambah produk, serta membangun strategi pemasaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital. Sementara itu, kegiatan monitoring dan pendampingan akan dilanjutkan hingga Desember 2026.
Batik Kopi Pariangan menjadi salah satu potensi ekonomi kreatif yang memiliki kekhasan karena memanfaatkan kopi sebagai bagian dari proses dan identitas produk batik. Keunikan tersebut menjadi modal penting untuk dikembangkan menjadi produk unggulan yang tidak hanya memiliki nilai seni dan budaya, tetapi juga memiliki daya saing ekonomi.
Dalam keterangan yang diterima hari ini, Ketua Tim Pelaksana PKM Universitas PGRI Sumatera Barat, Dr. Yendra, mengutarakan program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan mitra dalam menghadapi perkembangan pasar yang semakin kompetitif.
“Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produk, juga bagaimana masyarakat memiliki keterampilan, sistem pengelolaan usaha, identitas merek, dan strategi promosi yang mampu mendukung keberlanjutan usaha,” ujar Yendra.
Menurutnya, pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemandirian ekonomi melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan. Masyarakat didorong agar mampu mengembangkan inovasi, membaca peluang pasar, meningkatkan kualitas produk, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan.
Empat Kegiatan Utama
Program PKM tersebut mengusung empat kegiatan utama. Pertama, pengembangan diversifikasi produk turunan batik. Kegiatan ini diarahkan untuk memperluas jenis dan variasi produk sehingga Batik Kopi Pariangan tidak hanya bertumpu pada produk batik utama, namun dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi dan memiliki daya tarik pasar yang lebih luas.
Kedua, penguatan sistem manajemen data digital. Pengelolaan data usaha menjadi bagian penting dalam membangun usaha yang lebih profesional. Melalui sistem digital, mitra didorong untuk memiliki pengelolaan informasi usaha yang lebih tertata sehingga dapat mendukung proses produksi, pencatatan, dokumentasi, dan pengembangan usaha.
Ketiga, penguatan identitas branding dan citra merek. Batik Kopi Pariangan memiliki keunikan lokal yang perlu diterjemahkan menjadi identitas merek yang kuat. Penguatan branding diharapkan mampu mempertegas karakter produk sekaligus membangun citra yang mudah dikenali konsumen.
Keempat, pengembangan struktur promosi melalui media digital. Perubahan perilaku konsumen mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan media digital sebagai sarana memperkenalkan produk dan menjangkau pasar yang lebih luas. Karena itu, mitra diberikan penguatan dalam penyusunan dan pengelolaan promosi digital secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Kolaborasi
Pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi lintas bidang di Universitas PGRI Sumatera Barat. Tim pelaksana terdiri Dr. Yendra, S.S., M.Hum. sebagai Ketua, Dr. Zulfaneti, M.Si. dan Ami Anggraini Samudra, M.Sc. sebagai anggota. Program juga melibatkan mahasiswa, yakni Jasril, Nisrina Saliha, dan Muhammad Ulul Albab.
Kolaborasi tersebut melibatkan sejumlah program studi dari berbagai unit akademik. Dari Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) terlibat Program Studi Pendidikan Informatika dan Program Studi Sains Data. Dari Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, terlibat Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Sementara itu, dari Pascasarjana terlibat Program Studi S2 Studi Humanitas.
Keterlibatan lintas disiplin tersebut menjadi kekuatan program karena pengembangan usaha masyarakat membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berkaitan dengan produksi, juga teknologi informasi, pengelolaan data, komunikasi, bahasa, branding, dan pemahaman terhadap konteks sosial-budaya masyarakat.
Yendra menjelaskan bahwa program tersebut juga sejalan dengan agenda pembangunan nasional, khususnya Asta Cita, melalui peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat sehingga mampu membangun usaha yang berkualitas dan mandiri. Pemberdayaan masyarakat juga diarahkan untuk menciptakan sumber daya manusia yang inovatif dan mampu memanfaatkan berbagai peluang usaha.
“Harapannya, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat program, juga mampu melanjutkan dan mengembangkan inovasi secara mandiri setelah program selesai,” tukasnya.
Selain mendukung Asta Cita, program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama melalui peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan kemandirian ekonomi, penciptaan peluang usaha, dan peningkatan pendapatan.
Program pemberdayaan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mengembangkan Batik Kopi Pariangan sebagai produk ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Penguatan produk, manajemen digital, branding, dan promosi diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat posisi Batik Kopi Pariangan sebagai bagian dari identitas ekonomi kreatif Nagari Pariangan dan Kabupaten Tanah Datar.

















































