CANTIKA.COM, Jakarta - Gula kerap dianggap sebagai penyebab berbagai masalah kesehatan, mulai dari kenaikan berat badan hingga penuaan dini. Namun, pandangan berbeda disampaikan ahli gizi Athena Connell yang menilai bahwa gula justru memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk membantu memperlambat proses penuaan pada perempuan.
Athena menyoroti bahwa banyak perempuan dianjurkan untuk membatasi konsumsi gula sekaligus menambah asupan kolagen melalui suplemen. Menurutnya, pendekatan tersebut tidak selalu sederhana dan sering kali membutuhkan biaya lebih tinggi, sementara hasilnya belum tentu optimal.
Gula Berperan sebagai Sumber Energi untuk Produksi Kolagen
Athena menjelaskan bahwa kolagen sebenarnya tidak bisa langsung memberikan manfaat hanya dengan dikonsumsi dalam bentuk bubuk atau suplemen. Tubuh tetap harus memproduksi kolagen secara alami melalui proses metabolisme yang membutuhkan energi.
Energi tersebut diperoleh dari glukosa, yaitu bentuk sederhana dari gula yang menjadi bahan bakar utama bagi tubuh. Glukosa membantu menghasilkan ATP, molekul energi yang dibutuhkan untuk berbagai fungsi penting, termasuk proses pembentukan kolagen yang berperan menjaga elastisitas kulit.
Ia menilai bahwa tanpa energi yang cukup, tubuh akan kesulitan mempertahankan produksi kolagen secara optimal, sehingga berdampak pada kesehatan kulit, rambut, dan kuku.
Dampak Diet Rendah Gula dalam Jangka Panjang
Menurut Athena, kekurangan glukosa dapat memicu tubuh meningkatkan produksi hormon stres seperti kortisol dan adrenalin untuk mempertahankan energi. Kondisi ini dapat membuat tubuh berada dalam keadaan katabolik, yaitu ketika jaringan tubuh justru dipecah untuk memenuhi kebutuhan energi.
Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi tersebut dinilai dapat menghambat proses regenerasi kulit. Alih-alih memperbaiki jaringan, tubuh justru mengalihkan sumber daya untuk menjaga fungsi dasar agar tetap berjalan.
Ia menambahkan bahwa kesehatan kulit tidak hanya bergantung pada jumlah kolagen yang dikonsumsi, tetapi juga pada kemampuan tubuh memproduksinya secara alami melalui energi yang cukup.
Meski menyoroti manfaat gula, Athena tidak menyarankan konsumsi berlebihan. Ia menekankan pentingnya keseimbangan nutrisi agar tubuh memiliki energi yang cukup untuk menjalankan fungsi metabolisme dengan baik.
Dengan asupan yang tepat, gula dapat berperan sebagai salah satu komponen yang membantu tubuh tetap bertenaga sekaligus mendukung proses perbaikan jaringan, termasuk menjaga kulit tampak sehat, dan memperlambat penuaan.
Pandangan ini menambah perspektif baru dalam diskusi mengenai pola makan, khususnya bagi perempuan yang ingin menjaga kesehatan kulit sekaligus mempertahankan keseimbangan tubuh secara menyeluruh.
Pilihan Editor: 11 Tanda Tubuh Kelebihan Gula, Sering Lesu Hingga Berat Badan Naik
ECKA PRAMITA | ANTARA | HINDUSTAN TIMES
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491263/original/038261600_1770089716-wehrmann_j.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390165/original/033586000_1761235850-Persib_Bandung_1.jpeg)



