Cerita Bawah Laut dari Pameran Seniman Italia Alessio Ceruti

5 hours ago 4

ARTSOCIATES menghelat pameran tunggal seni rupa karya Alessio Ceruti di Galeri Lawangwangi Bandung mulai 17 April- 29 Mei 2026. Direktur Artsociates Andonowati mengatakan pihaknya tertarik memamerkan kekaryaan seniman asal Italia itu karena berbicara tentang laut di Indonesia dan problematikanya.

“Selain seniman dia juga seorang penyelam dan praktisi lingkungan,” kata Andonowati, Jumat 24 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pada pameran berjudul Fragments from Below itu ditampilkan 22 judul karya termasuk seni instalasi. Kisahnya bertema tentang isu dunia laut dari perspektif seniman. Kehidupan laut langsung terasa begitu memasuki gedung galeri. Di sebelah kanan pintu masuk yang areanya diatur sebagai karya urutan awal, dipajang tiga kerang dengan keragaman bentuknya. Pada karya seri berjudul Shape of Weight itu ketiga kerang ditempatkan di puncak balok transparan berbahan akrilik dan berangka besi setinggi hampir dua meter dan dipasangi cermin.

Sementara di sebelahnya dipajang dua karya berjudul Nocturne No.20 serta Deep and Shallow Reflections pada lembaran plastik bergambar ubur-ubur yang diwarnai cat akrilik, tinta, serta dicetak dengan panas sinar ultraviolet. Masalah mulai muncul dari dua karya di koridor yang sama. Karya berjudul The Black Sheep menampilkan sekumpulan ubur-ubur, dan Safe Enough! menggambarkan seekor hiu dalam akuarium besar sedang ditonton orang. Sosok ubur-ubur lainnya dipajang pada lembaran plastik tebal dengan ukuran besar yaitu 180 x 150 sentimeter dengan judul Clair de Lune dan Moonlight Sonata

Ubur-ubur menurut kurator pameran Agung Hujatnikajennong mempunyai bentuk yang indah sekaligus ganjil. “Seniman sengaja mengangkat ubur-ubur karena spesies ini menjadi indikator kerusakan laut,” katanya saat pembukaan pameran, Jumat 17 April 2026.

Pameran itu menampilkan karya berupa video, instalasi, dan karya-karya dwimatra terbaru yang mempersoalkan persepsi manusia, ekologi, serta hubungan manusia dengan alam yang terus berubah. Seniman mengajak pengunjung pameran untuk menelusuri apa yang terlihat dan tersembunyi dari karyanya.

Agung mengatakan sebagian besar karya Alessio dibuat dengan citra fotografi dan video yang diolah dengan eksperimen material. Garapan lainnya menghasilkan karya perfomatif seperti berjudul The Space I Give You dimana cangkang yang direndam larutan kimia akan berubah tekstur dan bentuknya. “Pameran ini mempunyai pesan ekologis dan bagaimana seni bisa membicarakan laut,” katanya. 

Sementara Alessio Ceruti mengatakan pameran tunggalnya ini adalah penelitian yang masih berjalan tentang hubungan antara manusia dengan alam, ketegangannya, juga keinginan manusia untuk mengendalikan alam, serta upaya melestarikannya. “Dalam karya seni ini, yang ingin saya tunjukkan adalah ketegangan antara keindahan dan kerapuhan juga antara keteraturan dan kekacauan, dan sesuatu yang tampak permanen tetapi kemudian menghilang seiring berjalannya waktu,” ujarnya. Alessio melihat kondisi itu pada kehidupan di lautan. 

ANWAR SISWADI

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |