Daya Beli Tertekan, Industri Kecantikan Dorong Produk Terjangkau dan Berkualitas

7 hours ago 2
Daya Beli Tertekan, Industri Kecantikan Dorong Produk Terjangkau dan Berkualitas Ilustrasi(Dok Istimewa)

INDUSTRI kosmetik nasional dinilai tetap memiliki peluang tumbuh di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Produk dengan harga terjangkau namun berkualitas bisa jadi pilihan konsumen ketika daya beli mengalami tekanan.

Owner Marnia Cosmetics sekaligus Direktur PT Marnia International Cosmetics Prof Adjunct Marniati mengatakan kondisi ekonomi yang menantang justru dapat menjadi momentum bagi produk kosmetik, khususnya lipstik. Konsumen cenderung memilih kebutuhan yang lebih kecil dan terjangkau tetapi tetap mampu menunjang penampilan.

"Di saat ekonomi tidak begitu stabil, orang mungkin akan berpikir banyak kali untuk membeli fesyen yang mahal. Tetapi kalau membeli lipstik, semua orang membutuhkan. Makin orang menghadapi krisis, mereka akan memilih sesuatu yang kecil tapi bisa mengubah penampilan," ungkap Marniati, dalam Grand Launching Marnia Cosmetics, di Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Menurutnya, keputusan meluncurkan produk tersebut mempertimbangkan riset mengenai perubahan perilaku konsumen saat daya beli tertekan. Produk kecantikan tetap memiliki ruang pasar karena memberikan manfaat langsung dengan biaya relatif terjangkau.

Selain menyasar konsumen, Marnia membawa konsep pemberdayaan ekonomi melalui skema reseller yang terbuka bagi remaja dan ibu rumah tangga dengan kategori gold, silver, dan bronze. Marniati mengatakan konsep tersebut dirancang agar aktivitas ekonomi juga memberikan dampak sosial. Sekitar 30% porsi keuntungan akan dibagikan kepada yayasan yang bergerak dalam bantuan bagi anak-anak dengan kanker, kesehatan jantung, anak berkebutuhan khusus, dan juga pendidikan.

"Marnia ini bukan bisnis semata, tetapi bagian dari bisnis sosial. Kami ingin siapa pun yang menjadi reseller bukan hanya mendapatkan penghasilan, tetapi juga ikut melakukan kebaikan bagi kemanusiaan," katanya.

Pada sisi lain, Marnia menargetkan ekspansi pasar regional dengan rencana memasuki Malaysia pada akhir 2026. Produk tersebut menyasar kualitas high-end, namun tetap ditawarkan dengan harga yang dapat dijangkau masyarakat Indonesia dan Asia. "Kami ingin ketika orang menggunakan Marnia, mereka merasakan seperti menggunakan produk merek internasional, tapi dengan harga yang sesuai untuk masyarakat Indonesia," ujar Marniati.

Perusahaan juga menyiapkan promosi melalui influencer dan selebgram di Indonesia serta sedikitnya delapan seri tambahan yang akan diluncurkan bertahap pada 2027-2028. Produk Marnia disebut telah melalui pengujian berulang selama sekitar satu tahun untuk memastikan kualitasnya.

Marniati mengatakan konsep bisnis sosial tersebut tidak terlepas dari pengalamannya membangun pendidikan dan pemberdayaan masyarakat selama sekitar 21 tahun. Ia mengaku telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 400 universitas di Asia dan menyalurkan beasiswa kepada hampir 5.000 anak.

"Yang saya pelajari dari perjalanan ini adalah kita tidak selamanya berpikir bagaimana untuk mendapatkan, tetapi bagaimana kita berpikir untuk dapat memberikan kepada orang lain," tuturnya.

Ia berharap Marnia bisa jadi bagian dari ekosistem yang menghubungkan industri kosmetik, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kegiatan sosial, dan membawa produk kecantikan Indonesia ke pasar Asia. "Mari kita jadikan Marnia bukan hanya produk kosmetik, tetapi gerakan memuliakan kehidupan," pungkasnya (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |