Demi Peran di The Odyssey, John Leguizamo Tak Bisa Melihat hingga 14 Jam Sehari

4 hours ago 4
Demi Peran di The Odyssey, John Leguizamo Tak Bisa Melihat hingga 14 Jam Sehari John Leguizamo mengungkap pengalaman berat syuting The Odyssey. Lensa kontak khusus membuatnya nyaris tak bisa melihat hingga 14 jam sehari saat memerankan Eumaeus.(IMDb/Universal Pictures)

AKTOR John Leguizamo membagikan pengalaman berat yang dialaminya saat menjalani proses syuting film The Odyssey. Demi memerankan karakter Eumaeus, sahabat sekaligus pelayan Odysseus, Leguizamo harus mengenakan lensa kontak khusus yang membuat penglihatannya hampir hilang selama berjam-jam setiap hari.

Dalam wawancaranya yang dikutip dari laman People, Leguizamo mengungkapkan dirinya tidak dapat melihat selama sekitar 12 hingga 14 jam setiap hari akibat penggunaan lensa tersebut.

"Saya tidak bisa melihat selama 12 sampai 14 jam sehari. Saya tidak bisa melihat ponsel, tidak bisa membaca, dan tidak bisa menelepon. Mata saya yang satunya juga tidak melihat dengan jelas. Saya benar-benar tidak bisa melihat," ujar Leguizamo.

Aktor berusia 66 tahun itu mengatakan kondisi tersebut membuatnya harus bergantung pada kru selama proses syuting berlangsung.

"Saya harus diantar ke kamar mandi, diantar kembali ke lokasi, bahkan diantar saat hendak makan," katanya.

Menurut Leguizamo, keterbatasan penglihatan itu juga memengaruhi kondisi mentalnya selama berada di lokasi syuting. Saat tidak sedang menjalani adegan, ia lebih banyak menghabiskan waktu seorang diri.

"Ketika saya sendirian, saya hanya bisa tenggelam dalam pikiran saya sendiri karena hanya itu yang saya miliki. Terlalu lama bersama pikiran sendiri adalah hal yang berbahaya," ungkapnya.

Ikut Merasakan Penderitaannya

Selain tantangan fisik akibat lensa kontak, Leguizamo juga mengaku berusaha mendalami karakter Eumaeus dengan pendekatan method acting. Hal itu membuatnya semakin larut dalam peran yang dimainkan.

Dalam wawancara dengan People saat pemutaran perdana The Odyssey di New York pada 14 Juli lalu, ia menceritakan salah satu pengalaman yang paling diingat selama syuting.

Leguizamo mengatakan dirinya sempat merasa seperti mengalami halusinasi akibat demam ketika sedang mendalami karakter Eumaeus. Saat itu proses syuting berlangsung pada Februari dengan cuaca yang sangat dingin, sementara para pemain hanya mengenakan kostum bergaya Yunani kuno berupa rok pendek.

"Saya seperti mengalami halusinasi karena demam saat menjadi Eumaeus dan benar-benar larut dalam karakter karena saya memang sedikit menggunakan metode akting. Christopher Nolan melihat saya menggigil karena kami hanya mengenakan rok pendek, padahal cuacanya sangat dingin pada Februari," ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, Christopher Nolan langsung melepas mantel yang dikenakannya dan menyelimutkannya kepada Leguizamo.

Momen itu kemudian memunculkan candaan dari Matt Damon, pemeran Odysseus. "Matt Damon berkata, 'Saya sudah enam bulan syuting di lautan dan di Islandia, tapi justru dia yang diberi mantel?'" tutur Leguizamo sambil tertawa. Ia pun menyebut Damon sebagai sosok yang sangat humoris.

Leguizamo juga mengungkapkan kekagumannya terhadap cara Christopher Nolan menyutradarai film. Menurutnya, Nolan memiliki kebiasaan berdiri tepat di belakang kamera ketika mengarahkan adegan, bukan memantau dari ruang monitor yang letaknya jauh.

"Salah satu hal paling luar biasa dari Christopher Nolan adalah dia berdiri tepat di belakang kamera. Menurut saya, itu membuat hubungan antara sutradara dan aktor terasa sangat personal," kata Leguizamo.

Ia menilai posisi tersebut membuat para aktor merasa lebih aman dan percaya diri ketika menampilkan emosi di depan kamera.

"Anda bisa saling menatap mata. Itu membuat Anda merasa aman, merasa benar-benar diperhatikan, dan lebih berani menunjukkan sisi yang rentan. Bagi saya, itulah posisi terbaik seorang sutradara, bukan berada ratusan meter jauhnya di ruang monitor," lanjutnya.

Ikut Menangis Saat Menonton The Odyssey

Pengalaman emosional Leguizamo tidak berhenti di lokasi syuting. Ia mengaku ikut menangis saat menyaksikan The Odyssey bersama istrinya di bioskop.

Leguizamo mengatakan bahwa saat mereka memasuki studio, hanya ada sekitar enam orang di dalam ruangan sehingga suasananya terasa sangat sepi.

Namun, begitu film mulai diputar, kesan itu langsung berubah. "Tiba-tiba film dimulai dan saya berpikir, 'Wow, semuanya terasa begitu megah. Musiknya juga luar biasa indah,'" ujarnya.

Leguizamo mengatakan sang istri, yang jarang menangis saat menonton film, justru tidak mampu menahan emosinya.

"Istri saya hampir tidak pernah menangis saat menonton film. Tapi kali ini dia menggenggam tangan saya sambil menangis, dan akhirnya saya juga ikut menangis," katanya.

Ia bahkan bercanda tidak yakin apakah air matanya muncul karena melihat sang istri menangis atau karena monolog penutup Odysseus yang berisi penyesalan mendalam terhadap kekejaman perang.

"Itu benar-benar menghantam perasaan saya. Di situlah letak keindahan yang berhasil diciptakan Chris (Christopher Nolan)," tutup Leguizamo.

The Odyssey merupakan adaptasi dari puisi epik Yunani kuno karya Homer yang mengisahkan perjalanan Odysseus, Raja Ithaca, untuk kembali ke kampung halamannya setelah Perang Troya. Dalam film garapan Christopher Nolan tersebut, John Leguizamo memerankan Eumaeus, sahabat setia sekaligus pelayan Odysseus yang menemaninya dalam kisah penuh tantangan dan makhluk-makhluk mitologi. (People/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |