Donald Trump Batalkan Tarif Selat Hormuz Ganti dengan Kesepakatan Investasi Teluk

3 hours ago 2
Donald Trump Batalkan Tarif Selat Hormuz Ganti dengan Kesepakatan Investasi Teluk Presiden Amerika Serikat Donald Trump(AFP/SAUL LOEB )

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump secara resmi membatalkan ancaman pengenaan biaya 20% bagi seluruh kargo yang melintasi Selat Hormuz. Langkah ini diambil di tengah upaya keras AS untuk mematahkan kendali Iran atas jalur perairan strategis tersebut.

Sebagai gantinya, Trump menyatakan bahwa tarif tersebut akan digantikan oleh kesepakatan perdagangan dan investasi "masif" dari negara-negara Teluk ke Amerika Serikat. Pengumuman ini disampaikan hanya beberapa jam sebelum AS kembali memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Keputusan ini muncul setelah serangkaian serangan balasan antara AS dan Iran yang menyebabkan lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz hampir terhenti total dan memicu lonjakan tajam harga minyak dunia.

Eskalasi Militer di Jalur Vital

Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi bahwa pasukannya telah meluncurkan gelombang serangan tambahan terhadap Iran pada Selasa  (14/7) malam. Operasi ini bertujuan untuk melumpuhkan kemampuan Iran yang digunakan untuk menyerang pelayaran komersial.

Media pemerintah Iran melaporkan adanya ledakan di beberapa kota, termasuk Bushehr, yang merupakan lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir. Sebagai balasan, Teheran mengklaim telah menargetkan fasilitas militer AS di Bahrain dan Yordania, setelah sebelumnya menyerang dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab.

Data Strategis Selat Hormuz & Dampak Konflik:

Indikator Detail Informasi
Volume Minyak Dunia Sekitar 25% pasokan global
Volume Gas Alam (LNG) Sekitar 20% pasokan global
Status Lalu Lintas Melambat ke level terendah dalam dua bulan
Kebijakan AS Blokade total pelabuhan Iran (per April, dilanjutkan Juli)

Diplomasi Investasi sebagai Pengganti Tarif

Melalui unggahan di Truth Social, Trump menjelaskan bahwa ia memilih mengganti "Biaya Penggantian Amerika Serikat" sebesar 20% dengan komitmen investasi dari negara-negara Teluk.

"Investasi tersebut akan berjumlah MASIF dan sangat menguntungkan bagi masa depan mereka," tulis Trump tanpa merinci detail kesepakatan tersebut.

Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Irak yang baru, Ali al-Zaidi, di Washington, Trump mengakui bahwa ia sebenarnya tidak menyukai konsep biaya (fee). Namun, ia menegaskan tidak adil jika AS menanggung beban perlindungan selat tersebut sendirian untuk kepentingan seluruh dunia. Perubahan kebijakan ini diakui Trump terjadi setelah ia menerima banyak panggilan telepon dari para pemimpin negara Teluk.

Reaksi Iran dan Peringatan Israel

Menanggapi langkah AS, Iran menegaskan akan tetap mempertahankan kendali atas Selat Hormuz. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyatakan bahwa keputusan blokade Trump secara efektif telah "membubarkan" kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati.

Di sisi lain, ketegangan regional semakin memanas setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan peringatan keras. Ia menegaskan bahwa pembalasan Israel akan jauh lebih kuat jika Iran berani menyerang lebih dulu.

"Jangan berharap situasi akan tetap tenang jika Anda menyerang kami," tegas Netanyahu dalam sebuah pesan video.

Saat ini, Selat Hormuz dinyatakan terbuka bagi seluruh lalu lintas kapal kecuali Iran. Trump mengklaim bahwa berkat kekuatan militer AS, aliran minyak kini mulai berjalan kembali meskipun ketegangan di lapangan masih sangat tinggi. (bbc/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |