Penyerang timnas Amerika Serikat Folarin Balogun(AFP/Luke Hales / GETTY IMAGES NORTH AMERICA)
PENYERANG timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, akhirnya buka suara mengenai drama penangguhan sanksi kartu merah yang diterimanya di ajang Piala Dunia. Balogun mengakui bahwa keputusan FIFA untuk membatalkan hukuman larangan bertanding satu laga tersebut memicu kontroversi besar dan menciptakan atmosfer yang tidak biasa di dalam ruang ganti timnya.
Pemain berusia 25 tahun itu sebelumnya diusir keluar lapangan karena pelanggaran keras (serious foul play) saat laga melawan Bosnia-Herzegovina di babak 32 besar.
Secara regulasi, Balogun seharusnya mendapatkan suspensi otomatis. Namun, komite disiplin FIFA secara mengejutkan menangguhkan hukuman tersebut selama satu tahun, sebuah langkah yang memicu kecaman luas dari berbagai pihak.
Ketegangan di Internal Skuad
Berbicara kepada CBS, Balogun mengungkapkan bahwa meskipun ia merasa senang bisa kembali membela tim, ia menyadari dampak psikologis yang muncul akibat keputusan tersebut. Ia melihat rekan-rekan setimnya merasa gugup karena situasi yang sangat unik dan tidak terduga ini.
"Reaksi awal saya adalah senang bisa kembali ke tim, tetapi ketika saya mulai merenung, saya tahu ini akan memicu banyak kontroversi. Saya bahkan bisa melihat sedikit kegugupan di antara rekan-rekan setim saya karena ini adalah sesuatu yang sangat unik," ujar Balogun.
Ia menambahkan bahwa kebisingan dari luar lapangan sangat sulit untuk dihindari, meskipun ia mencoba fokus sepenuhnya pada pertandingan. "Semakin dekat kami dengan pertandingan, saya mencoba fokus sebaik mungkin, tetapi itu sulit. Kebisingan dari luar sulit dihindari," lanjutnya.
Lobi Gedung Putih dan Reaksi UEFA
Kontroversi ini semakin memanas setelah muncul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump dan pejabat Gedung Putih melakukan lobi kepada FIFA terkait sanksi Balogun. Keputusan FIFA ini bahkan disebut oleh UEFA sebagai langkah yang "belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan."
Balogun menceritakan momen saat ia mengetahui dirinya bisa bermain melawan Belgia di babak 16 besar. Kabar tersebut diterima saat skuad berada di dalam bus tim, yang disambut dengan teriakan dan sorakan dari para pemain. Namun, karena awalnya ia mengira akan absen, Balogun tidak dilibatkan dalam persiapan awal taktik pertandingan.
"Itu membingungkan karena tim sudah mempersiapkan diri tanpa saya," kata Balogun, yang mencetak tiga gol sepanjang turnamen tersebut.
Dukungan Rekan Setim
Meski berada di tengah badai kritik, Balogun merasa beruntung karena mendapatkan dukungan penuh dari rekan-rekan setimnya. Ia menganggap para pemain Amerika Serikat sudah seperti saudara yang memberikan ketenangan di tengah situasi sulit.
"Rekan-rekan setim saya seperti saudara saya sendiri, mereka memberi saya banyak ketenangan. Tidak ada yang bisa saya lakukan atau ubah (terkait keputusan FIFA)," pungkasnya.
Sayangnya, kehadiran Balogun di lapangan tidak mampu menyelamatkan Amerika Serikat dari kekalahan 1-4 melawan Belgia, yang sekaligus mengakhiri perjalanan mereka di turnamen tersebut hanya dua hari setelah keputusan FIFA diumumkan. (bbc/Z-1)


































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)















