Donald Trump Sebut Perang Iran Cuma 'Hal Kecil' saat 18 Ribu Personel AS Tewas

4 hours ago 1
Donald Trump Sebut Perang Iran Cuma 'Hal Kecil' saat 18 Ribu Personel AS Tewas Presiden AS Donald Trump(instagram/@realdonaldtrump)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyebut konflik dengan Iran sebagai persoalan kecil bagi negaranya. Pernyataan itu disampaikan ketika perang yang telah berlangsung enam bulan tersebut belum menunjukkan tanda-tanda berakhir dan telah menewaskan 18 personel militer AS serta ribuan warga Iran.

Trump menyampaikan hal itu pada Jumat (4/9) waktu setempat di Ruang Oval Gedung Putih. Ia merespons pernyataan Wakil Presiden JD Vance yang sehari sebelumnya mengatakan dirinya tidak menyebut konflik tersebut sebagai perang meski bentrokan antara AS dan Iran meningkat di sekitar Selat Hormuz.

"Banyak orang tidak menyebutnya perang. Saya menyebutnya konflik militer karena bagi kami ini hanya persoalan kecil," kata Trump kepada wartawan.

Menurut Trump, konflik dengan Iran bukan persoalan besar bagi Amerika Serikat. Ia bahkan membandingkannya dengan operasi militer AS sebelumnya seperti di Venezuela.

"Ini bukan hal besar. Kami sudah melakukan hal yang sama di Venezuela, dan sekarang kami melakukan ini," ujarnya.

Pernyataan Trump muncul di tengah situasi yang justru semakin rumit di Selat Hormuz. Trump mengklaim militer AS masih melakukan serangan secara berkala tetapi menegaskan Amerika Serikat tidak sedang terlibat dalam pertempuran aktif. Ia kembali mengklaim Amerika Serikat pada dasarnya menguasai Selat Hormuz dan telah menghancurkan sebagian besar kekuatan militer Iran.

"Kami melakukan serangan secara berkala, tetapi saat ini kami tidak sedang bertempur," kata Trump.

"Apa yang kami lakukan sungguh luar biasa. Kami mengambil alih Venezuela dan pada dasarnya kami juga telah mengambil alih Iran," ujar Trump.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika pemerintahan Trump menghadapi tekanan politik akibat dampak konflik terhadap harga bahan bakar. Kenaikan harga energi berpotensi menjadi persoalan bagi Partai Republik menjelang pemilihan sela atau midterm elections pada November.

Ketika ditanya mengenai pernyataannya bahwa perang tersebut hanya persoalan kecil meski 18 anggota militer AS telah tewas, Trump menunjukkan kemarahan. Ia kemudian membandingkan konflik Iran dengan perang panjang Amerika Serikat di Vietnam dan Afghanistan.

"Saya rasa tidak penting apa yang Anda sebut konflik ini. Yang penting adalah kami telah mencapai keberhasilan besar. Kami menghentikan Iran memiliki senjata nuklir," tegasnya.

Perang yang telah berlangsung selama enam bulan itu kini dalam situasi tanpa penyelesaian yang jelas. Di satu sisi, Washington mengklaim telah melemahkan kemampuan militer dan program nuklir Iran. Di sisi lain, gangguan terhadap pelayaran di Selat Hormuz terus menjadi ancaman terhadap pasokan energi dan harga bahan bakar. (AFP/H-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |