Dugaan Keracunan MBG di Rembang, Korban Capai 1.000 Orang

1 hour ago 1
Dugaan Keracunan MBG di Rembang, Korban Capai 1.000 Orang Belasan siswa MAN 2 Rembang masih menjalani perawatan setelah mengalami keracunan diduga berasal dari makanan program MBG.(MI/Akhmad Safuan )

HANYA dalam hitungan hari, dua kejadian keracunan makanan dalam program Makan Bersama Gratis (MBG) di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, menjadi sorotan tajam. Total korban yang terdiri dari siswa dan guru dilaporkan mencapai hampir 1.000 orang.

Berdasarkan pemantauan Media Indonesia, pada Rabu (9/9), belasan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Rembang masih menjalani perawatan di puskesmas setempat. Mereka mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan program MBG pada Senin (7/9). Tercatat sebanyak 271 siswa dan satu guru terdampak dalam insiden di MAN 2 Rembang tersebut.

Kejadian ini merupakan peristiwa kedua dalam waktu singkat. Sebelumnya, pada Selasa (3/9), sebanyak 725 siswa dan 25 guru SMAN 1 Lasem juga menjadi korban keracunan setelah mengonsumsi paket makanan serupa. Puluhan siswa di antaranya sempat dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kritik dan Bungkamnya Satgas MBG

Besarnya jumlah korban yang mencapai sekitar 1.000 orang memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Namun, Ketua Satgas MBG Rembang yang juga Wakil Bupati Rembang, M. Hanies Cholil Barro', dilaporkan enggan memberikan keterangan saat dikonfirmasi oleh awak media terkait rentetan insiden ini.

Ketua Ormas Brandal Alif, Arief Yulianto, mempertanyakan kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Rembang. "Ada apa sebenarnya dengan SPPG di Rembang ini? Dua kejadian keracunan MBG dengan jumlah korban cukup besar tetapi tidak ada tindakan tegas," ujar Arief.

Publik kini menuntut Satgas MBG tidak tinggal diam dan segera melakukan audit total. Evaluasi menyeluruh terhadap standar higienitas dapur SPPG serta transparansi hasil investigasi laboratorium sangat dinantikan oleh masyarakat luas.

Kondisi Serupa di Blora

Masalah pada program MBG ternyata tidak hanya terjadi di Rembang. Di Kabupaten Blora, sebanyak 136 siswa dan satu guru SMA Negeri 1 Tunjungan juga mengalami keracunan pada Selasa (8/9). Menanggapi hal tersebut, Ketua Satgas MBG Kabupaten Blora, Sri Setyorini, langsung mengambil langkah tegas dengan mengusulkan penutupan SPPG Sukorejo 2 Blora.

"Kita mengusulkan SPPG Sukorejo 2 ditutup dan dilakukan pemeriksaan serta investigasi total agar dapat diketahui sumber masalahnya," tegas Sri Setyorini. Ia menambahkan bahwa SPPG tersebut sebelumnya sudah menerima dua kali peringatan, dan insiden di SMAN 1 Tunjungan merupakan kejadian ketiga kalinya.

Meski demikian, Sri menjelaskan bahwa kewenangan penutupan sepenuhnya berada di tingkat pusat, bukan pada pemerintah daerah maupun Satgas di daerah. "Kita hanya dapat mengusulkan," imbuhnya.

Permintaan Maaf dan Tanggung Jawab Pengelola Dapur

Pasca-insiden di MAN 2 Rembang, Kepala Dapur SPPG Ngemplak, Raditya Ardi Pratama, bersama pihak mitra menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia menyatakan bahwa kejadian ini menjadi perhatian serius dan pihaknya telah mengambil langkah penanganan bagi para korban.

"Seluruh biaya pengobatan pasien telah ditanggung sepenuhnya oleh pihak mitra, sehingga pasien dan keluarga tidak dibebani biaya selama menjalani proses perawatan," kata Raditya.

Pihak SPPG Ngemplak berjanji akan menjadikan kasus ini sebagai bahan evaluasi dan perbaikan standar pelayanan ke depan. "Kami akan bertanggung jawab semaksimal mungkin dan meng-cover seluruh biaya pengobatan. Kami sangat prihatin terhadap kondisi yang dialami para pasien," pungkasnya. (AS/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |