Rentosertib: Obat Penyakit Paru sekaligus Berpotensi Membuat Awet Muda

1 hour ago 1
 Obat Penyakit Paru sekaligus Berpotensi Membuat Awet Muda Ilustrasi.(Magnific)

SUATU obat eksperimental yang sedang dikembangkan untuk mengobati penyakit paru-paru serius dilaporkan memiliki efek samping yang mengejutkan: memperlambat proses penuaan biologis. Temuan ini muncul dari studi klinis kecil terhadap pasien yang mengonsumsi rentosertib, obat yang dikembangkan oleh Insilico Medicine yang berbasis di Massachusetts.

Dalam penelitian tersebut, pasien yang menerima rentosertib menunjukkan perubahan pada protein darah yang membuat mereka tampak lebih muda secara biologis. Berdasarkan beberapa tes estimasi, setelah menjalani perawatan, para pasien rata-rata menjadi sekitar tiga hingga empat tahun lebih muda secara biologis, bahkan dalam satu kasus mencapai enam tahun.

"Ada tren menjanjikan dalam pembalikan usia selain mengobati penyakit dan ini datang sebagai bonus," ujar Alex Zhavoronkov, PhD, penulis utama studi sekaligus pendiri dan co-CEO Insilico Medicine. Meski demikian, ia menekankan bahwa hasil ini masih bersifat awal dan obat tersebut masih dalam tahap investigasi.

Peran Kecerdasan Buatan dan Mekanisme Kerja

Rentosertib ditemukan dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) untuk menargetkan idiopathic pulmonary fibrosis (IPF), penyakit serius yang menyebabkan jaringan parut pada paru-paru. AI digunakan untuk mencari sesuatu yang disebut Zhavoronkov sebagai kriminal molekuler alias target biologis yang berkontribusi pada penyakit sekaligus penuaan.

Hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Biotechnology ini menunjukkan pola yang konsisten di enam tes penuaan yang berbeda. Pasien yang mengonsumsi rentosertib memiliki skor biologis lebih muda dibandingkan mereka yang menerima plasebo. Efek terkuat terlihat setelah empat minggu pada pasien yang mengonsumsi dosis 30 mg dua kali sehari.

Para peneliti juga membandingkan hasil ini dengan data dari lebih dari 55.000 orang di UK Biobank. Mereka menemukan bahwa obat tersebut mengubah beberapa protein darah ke arah yang berlawanan dengan kondisi yang biasanya terlihat pada proses penuaan normal. Selain itu, terdapat tanda-tanda bahwa obat ini memengaruhi penuaan pada tingkat seluler dengan mengubah proses fungsi sel dan respons terhadap kerusakan.

Catatan Studi: Penelitian ini melibatkan kolaborasi peneliti dari berbagai institusi ternama, termasuk Harvard Medical School, Stanford University, Broad Institute, RWTH Aachen University, Peking University, dan Westlake University.

Batasan dan Langkah Selanjutnya

Meskipun hasilnya menarik, para peneliti memberikan catatan penting mengenai batasan studi ini:

  • Sampel Kecil: Analisis hanya melibatkan 42 pasien selama periode 12 minggu.
  • Kaitan dengan Penyakit: Karena semua peserta menderita IPF, ada kemungkinan perbaikan protein darah terkait langsung dengan pemulihan fungsi paru, bukan efek anti-penuaan umum.
  • Efek Samping: Dr. Carol Ann Satler dari Insilico Medicine menyebutkan efek samping yang ditemukan bersifat dapat dikelola, seperti diare ringan, penurunan kadar kalium darah, dan peningkatan enzim hati sementara yang kembali normal setelah penggunaan obat dihentikan.

Saat ini, rentosertib telah melangkah ke studi fase 3 selama satu tahun yang melibatkan lebih dari 300 pasien di Tiongkok. Uji coba yang lebih besar dan lebih lama, termasuk pada orang dewasa sehat tanpa IPF, sangat diperlukan untuk menentukan apakah obat ini benar-benar memiliki efek anti-penuaan yang dapat meningkatkan kesehatan jangka panjang secara luas.

Zhavoronkov menyatakan bahwa temuan ini memberikan kepercayaan diri lebih untuk terus mengejar pengembangan obat yang menargetkan penyakit terkait usia sekaligus proses penuaan itu sendiri. "Semua orang setuju bahwa hidup lebih lama harus menjadi hak asasi manusia yang mendasar bagi semua orang," pungkasnya. (Fox/I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |