Flu Singapura pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

6 hours ago 3
 Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya Ilustrasi flu Singapura.(Dok. Magnific)

FLU Singapura atau hand, foot, and mouth disease (HFMD) merupakan penyakit infeksi virus yang sering menyerang bayi dan anak-anak, terutama yang berusia di bawah tujuh tahun. Penyakit ini ditandai dengan munculnya sariawan di mulut serta ruam atau lepuhan di telapak tangan dan telapak kaki. Meski umumnya dapat sembuh sendiri dalam waktu sekitar satu minggu, flu Singapura sangat mudah menular sehingga perlu diwaspadai.

Gejala Awal Mirip Flu Biasa

Gejala biasanya muncul sekitar 3–6 hari setelah seseorang terpapar virus. Pada tahap awal, penderita dapat mengalami demam, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, tubuh lemas, nafsu makan menurun, hingga sakit perut. Karena gejalanya menyerupai influenza, banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa anak sedang mengalami flu Singapura.

Muncul Ruam dan Sariawan Khas

Setelah satu hingga dua hari, gejala khas mulai terlihat. Anak akan mengalami sariawan yang terasa nyeri di lidah, gusi, atau bagian dalam pipi. Selain itu, muncul ruam merah yang dapat berkembang menjadi lepuhan berisi cairan di telapak tangan, telapak kaki, siku, lutut, bokong, bahkan area kelamin. Lepuhan tersebut bisa terasa gatal maupun nyeri sebelum akhirnya mengering.

Penyebab Flu Singapura

Flu Singapura disebabkan oleh virus dari kelompok enterovirus, salah satunya Coxsackievirus A16. Virus ini menyerang saluran pencernaan dan saluran pernapasan, kemudian memicu munculnya gejala khas pada kulit dan mulut.

Bagaimana Penularannya?

Virus penyebab flu Singapura menyebar dengan sangat mudah. Penularan dapat terjadi melalui beberapa cara berikut:

  • Percikan air liur saat penderita batuk atau bersin.
  • Kontak langsung dengan cairan dari lepuhan kulit.
  • Menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus.
  • Kontak dengan tinja penderita.
  • Berbagi alat makan, gelas, handuk, maupun pakaian.

Siapa yang Paling Berisiko?

Anak-anak usia di bawah tujuh tahun menjadi kelompok yang paling rentan karena sistem kekebalan tubuh mereka belum terbentuk sempurna. Risiko penularan juga lebih tinggi di tempat yang padat, seperti sekolah, taman bermain, atau tempat penitipan anak. Meski demikian, orang dewasa dengan daya tahan tubuh lemah juga dapat terinfeksi.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebagian besar kasus akan membaik dalam waktu 7–10 hari. Namun, pemeriksaan medis diperlukan jika anak mengalami kondisi berikut:

  • Demam tinggi lebih dari tiga hari.
  • Tidak mau makan atau minum karena sariawan yang parah.
  • Memiliki penyakit yang melemahkan sistem imun.
  • Gejala tidak kunjung membaik setelah 10 hari.

Pengobatan di Rumah

Belum ada obat khusus untuk membunuh virus penyebab flu Singapura. Pengobatan bertujuan meredakan gejala, misalnya dengan paracetamol atau ibuprofen untuk mengatasi demam dan nyeri, serta losion antigatal jika ruam terasa mengganggu. Anak juga dianjurkan mengonsumsi makanan lunak, minum air putih yang cukup, berkumur, dan menghindari makanan asam agar sariawan tidak semakin perih.

Walaupun jarang, flu Singapura dapat menyebabkan komplikasi seperti dehidrasi akibat sulit makan dan minum. Pada kasus yang lebih berat, infeksi juga dapat memicu meningitis, ensefalitis, miokarditis, hingga kelumpuhan.

Cara Mencegah Flu Singapura

Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan tangan menggunakan sabun dan air mengalir, rutin membersihkan permukaan benda yang sering disentuh, serta tidak berbagi alat makan dan minum. Jika anak sedang sakit, sebaiknya ia tetap beristirahat di rumah hingga sembuh sepenuhnya agar tidak menularkan virus kepada orang lain. Langkah sederhana ini menjadi cara paling efektif untuk memutus rantai penyebaran flu Singapura. (Alodok/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |