Fosil Kayu 300 Juta Tahun Simpan Sejarah Bumi di Masa Superbenua Pangaea

7 hours ago 2
Fosil Kayu 300 Juta Tahun Simpan Sejarah Bumi di Masa Superbenua Pangaea Potongan kayu fosil selebar 20 cm dari Kyffhäuser. Bercak-bercak putih keabu-abuan tersebut merupakan generasi kuarsa terang dan gelap yang berbeda.(Dok.Steffen Trümper)

TEMUAN terbaru dari tim peneliti yang dipimpin oleh ahli geologi Dr. Steffen Trümper dari Universitas Münster membuktikan bahwa fosil kayu mampu merekam sejarah geologi suatu wilayah selama ratusan juta tahun.  Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports ini berfokus pada analisis fosil kayu dari Pegunungan Kyffhäuser di cekungan Saale, Jerman bagian tengah, yang terbentuk sekitar 300 juta tahun lalu pada masa Karbon Akhir di superbenua Pangaea.

Rahasia utama dari kemampuan fosil kayu ini terletak pada proses mineralisasi kuarsa yakni mineral keras penyusun utama pasir dan batuan yang meresap serta menggantikan jaringan kayu selama ratusan juta tahun. Ketika pohon purba tertimbun di endapan sungai, senyawa kimia asam silikat menembus dinding sel dan mengawetkan struktur anatomi terkecilnya.

Seiring berjalannya waktu, endapan silika awal tersebut mengkristal menjadi berbagai bentuk mineral kuarsa. Tim peneliti mengidentifikasi adanya lima generasi pembentukan kuarsa secara berurutan yang merekam perubahan suhu, tekanan, dan kedalaman penimbunan fosil, mulai dari kedalaman 3 hingga 5,5 kilometer di bawah permukaan bumi dengan suhu mencapai 160 hingga 240 derajat Celsius.

Tim ilmuwan menggabungkan berbagai teknik analisis canggih, rermasuk penanggalan isotop uranium-timbal untuk membongkar rahasia fosil. Inklusi cairan mikro pada kristal kuarsa menjadi indikator kunci yang mengungkap kondisi lingkungan saat kristal tersebut tumbuh. 

Metode penanggalan isotop ini berhasil merekonstruksi tahapan mineralisasi yang membentang hingga kurun waktu 300 juta tahun, menjadikannya rentang urutan mineralisasi kayu terpanjang yang pernah terdokumentasikan.

"Sangat menakjubkan bahwa sebuah fosil, yang sering kali berukuran tidak lebih besar dari telapak tangan, merangkum sejarah geologi seluruh wilayah selama ratusan juta tahun," ungkap Dr. Steffen Trümper. 

Ia juga menambahkan bahwa urutan lima tahap mineralisasi belum pernah terdokumentasikan sebelumnya pada kayu fosil. Mengingat kayu fosil tersebar di berbagai formasi batuan dunia, temuan ini membuka sumber informasi berharga sekaligus menjadi alat baru bagi ilmu pengetahuan untuk menelusuri evolusi benua.

Meskipun fosil kayu di Kyffhäuser berhasil menyimpan catatan geologis yang sangat lengkap, para peneliti menyadari bahwa tidak semua fosil kayu di lokasi lain mengalami lima tahap transformasi yang sama.  Sebagai perbandingan, fosil kayu di Manebach memiliki struktur sel yang lebih utuh, namun gagal saat diuji isotop. Hal ini membuktikan bahwa kelayakan fosil sebagai arsip geologi sangat bergantung pada kondisi iklim dan sedimentasi awal saat penimbunan.  (H-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |