GP Ansor Minta Kader Jaga Suasana Kebatinan Indonesia

7 hours ago 2
GP Ansor Minta Kader Jaga Suasana Kebatinan Indonesia Ketum PP GP Ansor Addin Jauharudin(Dok.HO)

KETUA Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin meminta seluruh kader untuk ikut menjaga suasana kebatinan masyarakat Indonesia menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.

“Belakangan ini kita merasakan kesedihan yang dipikul saudara kita di NTT, kebakaran hutan di Kalimantan. Ini kondisi yang patut kita jadikan kontemplasi, mendoakan agar Indonesia selalu dalam lindungan Allah SWT,” katanya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) GP Ansor yang dihadiri ketua dan perwakilan dari Pimpinan Wilayah Ansor seluruh Indonesia di Jakarta, Jumat (21/8).

Menurutnya, di saat kondisi Indonesia membutuhkan pelukan antarsesama saudara, kader Ansor harus mengedepankan kepekaan sosial yang lebih humanis. Apalagi dalam waktu dekat, juga akan dilakukan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. 

“Saya masih meyakini bahwa apa yang terjadi di tubuh Nahdlatul Ulama, akan berdampak dengan kondisi Indonesia. Oleh karena itu, dengan menjaga suasana tetap kondusif, maka sebenarnya kita juga ikut menjaga Indonesia,” imbuhnya. 

Menyambung dengan dinamika jelang Muktamar NU, Addin menegaskan soliditas kader dan organisasi. Karena menurutnya, muktamar hendaknya dirayakan dengan gembira. GP Ansor beserta Banser menjamin keamanan dan kenyamanan selama muktamar berlangsung.

Addin berharap hasil Muktamar ke-35 NU nanti bisa memberikan kontribusi positif bagi beragam persoalan yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia. PBNU, menurutnya, ke depan bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi hari ini, mulai masalah ekonomi, pendidikan dan sosial dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

“Tantangan bernegara ke depan tidak mudah, olehnya kita harapkan PBNU hadir untuk terlibat menyelesaikan persoalan yang ada.  Berjalan seiringan dengan pemerintah, dengan pihak-pihak terkait dan seluruh komponen masyarakat dalam menangani problem kerakyatan dan memberikan masukan kritis-konstruktif dalam rangka perbaikan,” tuturnya. 

Addin juga meminta agar kader mengeratkan hubungan dengan para kiai di daerah, para tokoh lokal, hingga melakukan ziarah dan doa untuk raja-raja nusantara demi menyambung energi spiritual dalam menjaga semangat kebangsaan.

“Lakukan kegiatan doa bersama yang melibatkan tokoh lintas agama dan golongan, silaturahmi ke tokoh adat, agama dan masyarakat. Aktif mengokohkan sinergi dengan berbagai kelompok masyarakat meringankan beban masyarakat, menjaga persatuan dan perdamaian,” ucapnya.

Selain mengajak para kader untuk menjaga suasana kebatinan Indonesia menjelang muktamar, dalam Rakornas GP Ansor tersebut juga dimatangkan agenda organisasi baik di bidang kaderisasi, penguatan kelembagaan, keterlibatan partisipatif dalam swasembada pangan, hingga aktivasi ekonomi dan kemandirian organisasi melalui Badan Usaha Milik Ansor (BUMA). 

“Karena para pendahulu kita, Mbah Wahab, H Hasan Gipo juga mempunyai gagasan luar biasa tentang ekonomi. Melalui Nahdlatut Tujjar dan konsep koperasi seperti Syirkatul ‘Inan, termasuk secara personal kesemuanya aktif memperkuat ekonomi kaum Nahdliyin,” tutupnya. (M-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |