Lantunan Doa Warnai Hari Kedua Rangkaian Pemakaman Khamenei

6 hours ago 4

DOA akan dipanjatkan di hadapan peti jenazah mantan Pemimpin Tertinggi Iran yang tewas, Ali Khamenei, pada Ahad 5 Juli 2026. Ini merupakan hari kedua dari rangkaian upacara pemakaman panjang yang telah menarik kehadiran massa dalam jumlah besar untuk memberikan penghormatan terakhir di Teheran seperti dilaporkan The Japan Times.

Pihak berwenang belum mengumumkan apakah seorang tokoh agama atau anggota keluarga yang akan memimpin doa bagi Khamenei. Ia memimpin Iran sejak 1989 hingga gugur pada usia 86 tahun dalam serangan udara mendadak Amerika Serikat-Israel pada 28 Februari.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Hassan Hassanzadeh, yang bertanggung jawab atas upacara tersebut selaku komandan Garda Revolusi (IRGC) yang berpengaruh di Teheran, mengatakan bahwa "doa akan dilaksanakan untuk jenazah suci sang pemimpin yang gugur sebagai syuhada" pada pukul 08.00 pagi waktu setempat, menurut laporan televisi pemerintah.

Putra sekaligus penerusnya, Mojtaba Khamenei, belum terlihat di depan umum sejak ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi. Ia juga dikabarkan terluka dalam serangan yang sama.

Ahad 5 Juli telah ditetapkan sebagai hari libur nasional. Dan pada malam harinya, jenazah Khamenei akan dibawa keluar dari kompleks Grand Mosalla—tempat jenazah disemayamkan—sebagai persiapan untuk prosesi arak-arakan melintasi ibu kota yang dijadwalkan pada Senin 6 Juli.

10 Juta Orang Berkumpul di Teheran

Pada Sabtu, massa yang setia kepada Republik Islam telah berkumpul untuk memulai upacara pemakaman umum. Pihak berwenang berharap acara ini akan menjadi pesan perlawanan setelah pecahnya perang dengan AS dan Israel.

Mengenakan pakaian hitam dan mengibarkan bendera berwarna merah darah yang melambangkan pembalasan serta keadilan, para pelayat memukul dada mereka sebagai tanda duka. Sementara seruan "mati untuk Amerika" dan "balas dendam, balas dendam" bergema di lokasi acara.

"Sang pemimpin adalah sosok ayah bagi kami semua. Dengan kepergiannya, kami semua kini menjadi yatim piatu," ujar Mohammad Mirsalehi, seorang ulama berusia 38 tahun.

Foto-foto memperlihatkan peti jenazah Khamenei—dengan sorban hitam diletakkan di atasnya—serta peti jenazah empat anggota keluarganya yang juga tewas dalam serangan 28 Februari (termasuk cucu perempuannya yang masih bayi) ditempatkan di bagian depan di atas panggung yang ditinggikan.

Pihak berwenang memperkirakan upacara ini akan mengerahkan lebih dari 10 juta orang di ibu kota saja.

Setelah lima pekan pertempuran sengit, perang di Timur Tengah kini ditangguhkan menyusul kesepakatan gencatan senjata dan kesepakatan awal dengan AS. Namun, baik Washington maupun Teheran telah memperingatkan bahwa mereka siap untuk kembali berperang kapan saja.

Dukungan untuk Pemerintah

Di luar Iran, pemakaman Khamenei dipandang sebagai ujian dukungan terhadap pemerintah setelah terjadinya protes massal pada Januari—sebelum perang pecah—yang diklaim kelompok-kelompok hak asasi manusia diredam melalui tindakan keras yang menewaskan ribuan orang, meski tak ada bukti yang jelas.

"Apa yang terlihat hari ini dalam emosi, air mata, dan kehadiran penuh semangat masyarakat di berbagai lokasi merupakan tanda paling nyata mengenai posisinya di mata bangsa Iran dan masyarakat dunia yang menjunjung kebebasan," ujar Presiden Masoud Pezeshkian dalam pidatonya pada Sabtu, seraya menuding Israel secara khusus sebagai "faktor penyebab ketidakstabilan" di Timur Tengah.

"Umat Muslim telah menunjukkan bahwa mereka tidak akan tunduk pada penindasan dan intimidasi," tambahnya.

Khamenei telah lama menempuh jalan konfrontasi dengan Barat, dan selama bertahun-tahun Teheran memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok bersenjata yang anti-AS dan anti-Israel di kawasan tersebut, termasuk Hamas Palestina dan Hizbullah Lebanon.

Media pemerintah melaporkan bahwa delegasi dari kedua kelompok tersebut bertemu dengan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi pada Sabtu. Sementara perwakilan pemberontak Houthi Yaman dan sekutu Hamas, Jihad Islam Palestina, juga turut hadir dalam upacara pemakaman.

Setelah prosesi pada Senin, jenazah Khamenei akan dipindahkan pada Selasa 7 Juli ke kota pusat keagamaan Qom. Kemudian pada Rabu 8 Juli ke negara tetangga Irak, sebelum akhirnya dimakamkan pada Kamis 9 Juli di kampung halamannya di Mashhad, wilayah timur laut Iran.

Langkah-langkah pengamanan ketat telah diberlakukan di ibu kota. Media resmi telah memperingatkan para hadirin mengenai risiko berdesak-desakan di tengah kerumunan.

Pihak penyelenggara juga telah mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi gelombang panas yang diperkirakan akan mendekati suhu 40 derajat Celsius di Teheran dalam beberapa hari mendatang. Pada Sabtu, massa di kompleks Grand Mosalla disemprot dengan kabut air agar tetap merasa sejuk.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |