Beijing (ANTARA) - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada Kamis (17/9) di Beijing dan menyebut Indonesia berharap dapat belajar dari keberhasilan pembangunan Tiongkok.
"Indonesia berharap dapat mempelajari pengalaman keberhasilan China dalam melaksanakan Rencana Lima Tahun ke-15 serta memperkuat kerja sama dengan China di berbagai industri strategis baru, seperti kecerdasan buatan, bioteknologi, layanan kesehatan, manufaktur maju, dan keuangan digital," kata Luhut seperti dalam laman Kementerian Luar Negeri China yang diakses ANTARA di Beijing, Kamis.
Sebelumnya Luhut dan Wang Yi telah bertemu pada 22 Agustus 2026 di Jakarta saat Wang Yi menghadiri pertemuan pertama Dialog Strategis Komprehensif (Comprehensive Strategic Dialogue atau CSD) dan juga Pertemuan ke-2 Mekanisme Dialog 2+2 antara menlu dan menteri pertahanan Indonesia dan China.
"Indonesia juga ingin memperkuat kerja sama di bidang pertambangan dan pengembangan sumber daya manusia, serta menjajaki produksi, penelitian dan pengembangan, dan inovasi bersama," tambah Luhut dalam keterangan tertulis itu.
Luhut menyebut Indonesia sangat mementingkan hubungannya dengan China serta menilai persahabatan dan rasa saling percaya antara kedua negara telah terjalin sangat erat.
"China merupakan mitra strategis Indonesia yang paling dapat diandalkan dan bersifat jangka panjang dalam proses pembangunan nasional. Pembangunan Indonesia tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi China, persahabatan kedua negara juga semakin memperoleh tempat di hati masyarakat Indonesia," ungkap Luhut.
Luhut menegaskan Indonesia bersedia bekerja sama dengan China untuk menerjemahkan kemitraan strategis komprehensif kedua negara yang sudah disepakati pada pertemuan di Jakarta menjadi lebih banyak hasil kerja sama konkret yang dapat memberikan manfaat lebih besar bagi rakyat kedua negara.
Sedangkan Wang Yi menyebut sejumlah pertemuan bilateral yang telah dilakukan China dan Indonesia telah meningkatkan pemahaman dan kepercayaan antara kedua pihak.
"China dan Indonesia merupakan dua negara besar sekaligus representasi perekonomian berkembang. Pendalaman komunikasi strategis dan penguatan kerja sama strategis antara kedua negara tidak hanya sejalan dengan kepentingan rakyat kedua negara, tetapi juga memiliki pengaruh penting yang melampaui hubungan bilateral," kata Wang Yi.
China, ungkap Wang Yi, menyambut baik percepatan pembangunan dan kebangkitan Indonesia serta bersedia bekerja sama dengan Indonesia untuk mendorong negara-negara Global South memperkuat diri secara kolektif.
"Kerja sama China–Indonesia tidak hanya memiliki landasan yang kuat, tetapi juga menunjukkan prospek baru. Kedua negara perlu memperkuat penyelarasan strategi pembangunan serta mendorong transformasi dan peningkatan kerja sama," tambah Wang Yi.
Selain melanjutkan kerja sama tradisional di bidang energi dan sumber daya mineral, infrastruktur, serta kawasan industri, Wang Yi menyebut China bersedia mengembangkan kerja sama di bidang-bidang baru, seperti kecerdasan buatan, biofarmasi, dan teknologi informasi, sekaligus meningkatkan pertukaran pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
"Keputusan Presiden Prabowo agar Indonesia bergabung dengan Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Buatan Dunia merupakan pilihan yang bijaksana. China bersedia bekerja sama dengan Indonesia untuk mendorong pengembangan kecerdasan buatan yang berorientasi pada kemajuan dan kemaslahatan, serta bersifat inklusif," tambah Wang Yi.
Wang Yi juga mengatakan China bersedia membantu Indonesia meningkatkan kapasitas pembangunan secara mandiri dan mempercepat proses modernisasinya.
"China juga berharap Indonesia dapat menciptakan lingkungan yang kondusif dan memberikan dukungan kebijakan yang kuat bagi perkembangan perusahaan-perusahaan China secara stabil dan berkelanjutan di Indonesia," tegas Wang Yi.
Selain itu Wang Yi berharap Dewan Ekonomi Nasional Indonesia di bawah kepemimpinan Luhut dapat terus memberikan kontribusi baru terhadap hubungan kedua negara, khususnya dalam mendorong kerja sama yang saling menguntungkan.
Baca juga: Luhut bicarakan kerja sama Danantara dengan lembaga sejenis di China
Baca juga: Bertemu pejabat Tiongkok, Luhut bahas perang tarif China-AS
Baca juga: Luhut: China merasa puas dengan investasinya di Indonesia
Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.











































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302675/original/000661800_1784602076-1000126784.jpg)






