Menlu Inggris Sebut Israel Kini Kehilangan Teman dan Sekutu

4 hours ago 2
Menlu Inggris Sebut Israel Kini Kehilangan Teman dan Sekutu Menteri Luar Negeri Inggris Edward Samuel Miliband.(ANTARA/Anadolu)

MENTERI Luar Negeri Inggris Edward Samuel Miliband menyebut Israel kehilangan teman dan sekutu akibat tindakannya di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

"Israel sedang kehilangan teman. Mereka tidak mendapatkan sekutu baru, justru kehilangan sekutu. Mereka kehilangan sekutu di mana-mana," ujar Miliband dalam sebuah wawancara dengan siniar Inggris, The Rest is Politics, Selasa (15/9).

Status quo tidak berjalan dengan baik, tambahnya. Proyek perluasan pemukiman E1 Israel telah lama dipandang sebagai garis merah bagi komunitas internasional. Karena itu, ia mengumumkan sanksi.

"Pada dasarnya, hal itu akan memisahkan Yerusalem Timur dari Tepi Barat, yang benar-benar membuat Palestina tidak dapat berdiri sendiri," kata Miliband.

Ia lebih jauh mengatakan sanksi itu dijalankan dengan gabungan antara putusan Mahkamah Internasional pada 2024, isinya memerintahkan Israel untuk mengakhiri pendudukan, membongkar pemukiman, dan membayar ganti rugi atas pendudukan atas wilayah Palestina, telah mendorong pemerintah untuk mengambil langkah tersebut.

"Kita tidak boleh menyerah di hadapan terorisme pemukim," kata dia yang berkeyakinan bahwa tidak akan ada stabilitas di Timur Tengah tanpa solusi dua negara antara Palestina dan Israel.

 Menurutnya dunai harus menghentikan terorisme yang dilakukan Israel.

"Saya menggunakan istilah itu, pembersihan etnis yang dilakukan oleh para teroris pemukim. Itulah yang sedang terjadi," ucap dia.

Miliband mengatakan sebelum mengumumkan sanksi tersebut, dia menyampaikan nasihat dari mendiang ibunya.

"Dia (ibu saya) akan berkata, 'Lihatlah apa yang terjadi pada rakyat Palestina! Lihatlah apa yang terjadi pada orang-orang malang ini'. Ini salah," ujar Miliband.

Ia menegaskan Inggris tidak boleh menyerah dalam menghadapi terorisme pemukim.

"Kami tidak tahu apa yang akan terjadi dalam pemilu Israel pada 27 Oktober, tetapi kami berupaya mengirimkan pesan yang sangat jelas kepada rakyat Israel untuk mengatakan, lihat, masyarakat internasional tidak akan tinggal diam ketika pendudukan ini terus berlangsung," paparnya.

Miliband mengumumkan berbagai langkah, termasuk larangan impor barang dari pemukiman ilegal Israel, sanksi terhadap perusahaan dan individu yang memfasilitasi perluasan permukiman, serta sanksi tambahan terhadap ekstremis Israel yang diduga mendukung atau menghasut kekerasan terhadap warga Palestina. Kebijakan Inggris untuk mempertahankan peluang solusi dua negara. (Ant/H-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |