Pemerintah Dorong TOD Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi Jadi Model

5 hours ago 3
Pemerintah Dorong TOD Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi Jadi Model Pemerintah mendorong TOD Summarecon Bekasi menjadi model kota terintegrasi.(Dok. Summarecon Bekasi)

PEMERINTAH mendorong pengembangan kawasan berbasis transit atau Transit-Oriented Development (TOD) di Summarecon Bekasi menjadi model pembangunan kota terintegrasi di Indonesia, seiring upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi kemacetan di kawasan perkotaan.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong pengembangan kawasan berbasis transit atau Transit-Oriented Development (TOD) di Summarecon Bekasi menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia.

AHY mengatakan, pengembangan kawasan perkotaan berbasis transportasi publik diperlukan untuk menciptakan kota yang lebih terintegrasi, produktif, dan nyaman bagi masyarakat.

“Kita mendorong agar TOD atau pengembangan wilayah perkotaan berbasis transit seperti yang sedang dikembangkan di lokasi ini bisa menjadi model untuk kota-kota lainnya di Indonesia,” kata AHY saat menghadiri groundbreaking pengembangan kawasan TOD Stasiun Bekasi Ekstensi, Jumat (24/7).

Menurut dia, pembangunan TOD harus dilakukan melalui sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengembang, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.

Kolaborasi tersebut diperlukan untuk mengintegrasikan kawasan tempat tinggal dengan pusat pekerjaan, pendidikan, bisnis, perbelanjaan, kesehatan, dan berbagai fasilitas pendukung kehidupan sehari-hari.

“Kalau sebuah kawasan bisa mengintegrasikan tempat tinggal masyarakat, tempat bekerja, pendidikan, bisnis, belanja, kesehatan, dan seluruh fasilitas pendukung kehidupan sehari-hari, idealnya kualitas hidup masyarakat akan semakin baik,” ujarnya.

AHY menilai, pengembangan kawasan yang terintegrasi dengan transportasi publik dapat membantu mengurai kemacetan dan mengurangi waktu perjalanan masyarakat.

Penghematan waktu perjalanan tersebut, kata dia, akan memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan produktivitas dan kualitas kehidupan keluarga.

Ia menambahkan, Kota Bekasi memiliki posisi strategis sebagai salah satu kota penyangga Jakarta. Karena itu, pertumbuhan penduduk dan pembangunan wilayah harus dikelola dengan perencanaan yang matang.

“Kawasan Jabodetabek menjadi salah satu center of gravity yang sangat penting dan harus kita jaga daya dukungnya,” kata AHY.

Menurutnya, peningkatan jumlah penduduk, keterbatasan ruang, dan menurunnya daya dukung wilayah dapat menimbulkan berbagai persoalan ekonomi dan sosial apabila tidak ditangani melalui kebijakan pembangunan yang tepat.

AHY juga menekankan bahwa pengembangan TOD harus sesuai dengan rencana tata ruang serta memiliki kepastian status lahan.

“Pengembangan kota dan wilayah harus diletakkan secara baik sesuai dengan rencana tata ruang wilayahnya. Lahannya juga harus dipastikan dalam kondisi clear and clean agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar pembangunan TOD Stasiun Bekasi Ekstensi tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Dampaknya buat masyarakat apa? Seharusnya membuat masyarakat bisa hidup lebih baik, lebih nyaman, dan lebih produktif,” kata AgusAHY

Wakil Menteri Perhubungan Suntana, menilai groundbreaking pembangunan ekstensi Stasiun Bekasi merupakan langkah strategis dalam memperkuat jaringan perkeretaapian. Menurut dia, pembangunan perkeretaapian saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas tata ruang perkotaan dan mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi massal.

“Melalui perluasan Stasiun Bekasi ini, kita sedang merajut masa depan konektivitas perkotaan yang lebih modern untuk menampung peningkatan kapasitas layanan dan integrasi antarmoda yang seamless,” kata Suntana.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan groundbreaking pembangunan ekstensi Stasiun Bekasi bukan sekadar seremoni peletakan batu pertama. Menurut dia, proyek tersebut menjadi simbol langkah maju menuju tata ruang perkotaan yang lebih baik, mobilitas yang lebih efisien, serta pertumbuhan ekonomi yang semakin inklusif.

Erwan menyebut Bekasi sebagai salah satu kawasan penting di Jawa Barat yang terus berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi, hunian, dan mobilitas masyarakat.

“Dengan hadirnya kawasan TOD Stasiun Bekasi Ekstensi, kita berharap Bekasi tidak hanya menjadi simpul pergerakan, tetapi juga menjadi kawasan yang nyaman, produktif, dan layak huni,” ujar Erwan.

President Director PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adhi mengatakan, pembangunan TOD Stasiun Bekasi Ekstensi ditargetkan selesai dalam waktu 18 bulan. Dalam proyek tersebut, PT Summarecon Agung Tbk TOD tersebut dengan nilai investasi sekitar Rp80 miliar.

“Stasiun ekstensi ini akan kami bangun dalam waktu 18 bulan dengan investasi sekitar Rp80 miliar,” kata Adrianto.

Proyek tersebut dibangun di atas lahan seluas sekitar 7.000 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 6.000 meter persegi. Adrianto mengatakan, TOD ekstensi Stasiun Bekasi akan membantu mengurai kepadatan penumpang di stasiun yang telah beroperasi saat ini.

Nantinya, stasiun lama dan stasiun ekstensi akan memiliki pembagian fungsi pelayanan berdasarkan arah pergerakan penumpang. Stasiun ekstensi diproyeksikan melayani pergerakan penumpang dari kawasan selatan dan barat, sedangkan stasiun yang telah ada tetap melayani pergerakan penumpang dari arah lainnya.

Ia berharap proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai target sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“Kita berharap semuanya bisa dikawal dengan baik sehingga masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya,” ujarnya. (Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |