Wahana pengorbit bulan Danuri milik Korea Selatan menangkap gambar kawah yang terbentuk akibat benturan tahap atas roket SpaceX Falcon 9 saat menghantam bulan pada 5 Agustus 2026.(KARI)
LOKASI peristirahatan terakhir dari bagian roket SpaceX yang menghantam Bulan akhirnya ditemukan. Wahana pengorbit milik Korea Selatan, Korea Pathfinder Lunar Orbiter (Danuri), berhasil mengabadikan gambar kawah baru yang terbentuk akibat benturan keras roket Falcon 9 pada Rabu (5/8) pagi.
Lembaga Penelitian Dirgantara Korea (KARI) mengonfirmasi keberhasilan penangkapan citra tersebut melalui unggahan di media sosial X.
"Danuri mulai melakukan pengamatan sekitar 30 menit sebelum tabrakan dan, melalui kontrol orbit, melintasi lokasi dampak beberapa kali hingga melakukan total 8 sesi pemotretan," ungkap pejabat KARI. "Melalui pengamatan ini, perubahan pada medan di sekitar lokasi dampak dan jejak material yang terlempar berhasil dikonfirmasi."
Pihak KARI menambahkan bahwa pengorbit tersebut berhasil mengamankan rekaman sebelum dan sesudah benturan secara langsung. "Danuri mengamankan rekaman sebelum tabrakan dan segera setelah tabrakan, memungkinkan analisis perubahan yang disebabkan semata-mata oleh tabrakan tersebut serta menyediakan data penelitian yang penting," jelas KARI.
Roket Falcon 9 tersebut sebelumnya diluncurkan pada 15 Januari 2025 untuk membawa dua wahana pendarat Bulan swasta, yaitu Blue Ghost milik Firefly Aerospace dan Resilience milik ispace. Setelah menyelesaikan tugasnya mengantarkan muatan, bagian atas (upper stage) roket seberat 4.000 kilogram tersebut kehabisan sebagian besar bahan bakarnya dan melayang di orbit Bumi. Kombinasi aktivitas matahari dan gaya gravitasi akhirnya mengarahkan sisa roket tersebut ke jalur tabrakan dengan Bulan.
Benturan terjadi pada pukul 02.34 EDT (06.34 GMT) sesuai dengan perkiraan para ilmuwan. Roket tersebut diperkirakan menghantam permukaan Bulan pada kecepatan sekitar 8.690 km/jam dan menghasilkan kawah dengan lebar hingga 27 meter.
Data pengamatan yang ditangkap oleh Danuri nantinya akan dihubungkan dengan pengamatan lanjutan dari Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) milik NASA untuk dimanfaatkan dalam penelitian kolaboratif internasional.
Selain Danuri, tim astronom dari Instituto de Astrofísica de Andalucía di Spanyol juga percaya bahwa mereka berhasil merekam video materi yang terlempar dari permukaan Bulan saat tabrakan terjadi menggunakan teleskop berbasis bumi.
Peristiwa ini menambah daftar sampah antariksa manusia yang menghantam satelit alami Bumi tersebut. Sebelumnya, bagian dari roket Long March 3C milik Tiongkok pernah menghantam Bulan pada 2022, serta bagian dari roket Saturn V milik NASA pada era misi Apollo. (BBC/Space/Z-2)


















































