Tim SAR saat mengevakuasi korban Luh Sukerti setelah terperosok ke jurang, Jumat (24/7).(Doc Tim SAR)
SEORANG warga Banjar Dinas Rarangan, Desa Sudaji, Kabupaten Buleleng, Bali atas nama Luh Sukerti (40) mengalami nasib nahas terperosok ke jurang, Jumat (24/7) siang. Ketika itu sedang berlangsung upacara agama di Pura Puncak Cemara Geseng, Desa Silangjana, yang tempatnya di ketinggian 1.100 Mdpl.
Saat hendak beristirahat, ia kurang berhati-hati dan memijakkan kaki di dasar yang labil, akhirnya terperosok jatuh ke jurang. Korban mengalami cedera kaki dan memerlukan bantuan evakuasi. Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 16.00 Wita.
"Kejadian kira-kira jam dua siang, diketahui identitas korban atas nama Luh Sukerti, perempuan, usia 40 tahun," jelas Kadek Donny Indrawan, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng.
Mempertimbangkan jarak waktu kejadian dengan pelaporan berdurasi cukup jauh, maka diupayakan koordinasi dengan unsur SAR terdekat.
"Waktu tempuh dari Kantor kami hingga tiba di lokasi kurang lebih dua jam, dan kami menyarankan untuk dievakuasi dulu ke tempat yang lebih aman atau stabil," imbuhnya.
Segera setelah menerima laporan kejadian, diberangkatkan 6 personel Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng menuju lokasi kejadian.
Pihak keluarga, masyarakat bersama BPBD Buleleng bergerak terlebih dahulu mendekati korban dan melakukan evakuasi dari atas bukit dibawa ke tempat yang lebih aman. Pertolongan pertama dilakukan dengan membidai (menstabilkan) bagian kaki yang mengalami cedera untuk meminimalisasi pergerakan.
Akhirnya pada pukul 17.55 Wita, Luh Sukerti dirujuk menuju RSUD Kabupaten Buleleng untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut dengan menggunakan Ambulance Buleleng Emergency Service (BES).
Unsur SAR gabungan yang terlibat di antaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng 6 org personel, BPBD Kabupaten Buleleng, Bhabinkamtibmas Desa Sudaji, Bhabinkamtibmas Desa Silangjana, Tim Medis Buleleng Emergency Service (BES), perangkat Desa Sudaji, keluarga korban dan masyarakat setempat. (RS)

















































