Prabowo Sedih Tiap Hari Terima Laporan Pejabat Nakal

3 hours ago 3

PRESIDEN Prabowo Subianto mengklaim menerima laporan dugaan penyelewengan pejabat hampir setiap hari. Ia menyatakan sedih dan prihatin karena masih banyak pejabat yang menyalahgunakan jabatan serta mencuri uang rakyat.

Prabowo menyampaikan hal itu dalam peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026. “Saya geleng-geleng kepala, sedih bahwa tiap hari dapat laporan pejabat-pejabat yang nyeleweng. Saya sedih,” ujar Prabowo seperti dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Ketua Umum Partai Gerindra itu mengaku kecewa karena sejumlah pejabat yang tersandung kasus merupakan orang-orang yang pernah ia pilih untuk menduduki jabatan penting. “Orang yang saya angkat, saya bina, saya kasih kehormatan, diberi jabatan penting, begitu dia menjabat, nyeleweng, nyuri uang rakyat, bagaimana? Apa yang harus saya buat?” kata dia.

Prabowo kemudian bercerita tentang Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh yang pernah datang kepadanya untuk berkonsultasi. Saat itu, BPKP hendak memeriksa sejumlah orang yang diketahui dekat dengan Prabowo. “Dia datang ke saya agak gemeter. Heran saya, kenapa stres dia? Karena yang dia laporkan diketahuilah bahwa beberapa orang itu dekat sama saya. Jadi dia minta petunjuk boleh diteruskan atau enggak pemeriksaan?” ujar Prabowo.

Menurut dia, saat itu ia langsung meminta Ateh melanjutkan pemeriksaan. Prabowo menegaskan siapa pun yang terindikasi melakukan penyelewengan harus diperiksa, termasuk orang-orang terdekatnya.

Prabowo menilai seseorang yang diberi kehormatan dan jabatan seharusnya menjaga kepercayaan tersebut dengan baik. “Bukan diberi wewenang, kepercayaan, malah merasa adigang adigung adiguna, merasa di atas, dan merasa negara ini bodoh,” ucap dia.

Prabowo juga mengingatkan bahwa di era digital seperti sekarang, masyarakat akan mudah melacak berbagai bentuk penyimpangan. Ia mengklaim tidak akan melindungi siapa pun, termasuk kader partainya sendiri. Menurut dia, pejabat negara maupun mantan perwira militer harus memberi teladan kepada masyarakat dengan menjaga kehormatan hingga akhir masa pengabdian.

Pilihan Editor: Drama Sidang Pengadilan Militer Teror Air Keras

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |