Presiden FIFA Gianni Infantino.(AFP)
PRESIDEN FIFA Gianni Infantino merespons gelombang kritik yang menyoroti penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Ia menilai para pengkritik telah menyebarkan kebencian dan rumor palsu, seraya menegaskan turnamen berlangsung aman dan menghadirkan kegembiraan.
Melalui surat terbuka yang diunggah di akun Instagram pribadinya dan saluran resmi FIFA, Infantino membantah berbagai kritik terhadap penyelenggaraan Piala Dunia di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Sebelumnya, turnamen tersebut mendapat sorotan terkait harga tiket, cuaca panas ekstrem, hingga persoalan visa bagi sejumlah negara, termasuk Iran.
"Kepada mereka yang berada di balik pena dan kertas mereka, di balik layar mereka, menyebarkan kebencian dan rumor palsu, saya ingin mengatakan bahwa saat Anda duduk di belakang, kami di FIFA berada di garis depan mengorganisasi, bekerja keras, dan menyajikan pertunjukan terbaik di dunia," kata Infantino dikutip dari AFP.
Infantino juga memastikan penyelenggaraan turnamen berlangsung kondusif tanpa gangguan keamanan.
"Kami tidak mengalami kekerasan, tidak ada insiden, 100% aman dan terlindungi, hanya kegembiraan dan kebahagiaan!" tegasnya.
Terkait kehadiran tim nasional Iran yang sempat menjadi perhatian akibat kebijakan visa Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump, Infantino mengatakan sepak bola harus berada di atas kepentingan politik.
"Tim Iran menerima visa untuk masuk karena sepak bola adalah tentang perdamaian. Ini bukan tentang politik," ujarnya.
Infantino turut menanggapi kritik mengenai keputusan disiplin yang membuat penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, lolos dari hukuman skorsing setelah adanya intervensi pribadi dari Trump. Keputusan tersebut sebelumnya mendapat kecaman dari UEFA.
Menurut Infantino, keputusan yang memicu perdebatan merupakan hal yang lazim dalam sepak bola.
"Memang, keputusan wasit yang 'bisa diperdebatkan' atau keputusan disiplin yang 'aneh' seperti misalnya kartu merah atau kuning yang berpotensi keliru atau keputusan berikutnya untuk tidak memberi sanksi kepada pemain dalam situasi tertentu adalah hal yang rutin dan diterima secara luas di beberapa liga terbesar di seluruh dunia," pungkasnya.
(P-4)

















































