Rekaman Suara Joe Biden Bocor, Bahas Dokumen Rahasia hingga Kritik Obama

2 hours ago 2
Rekaman Suara Joe Biden Bocor, Bahas Dokumen Rahasia hingga Kritik Obama Rekaman wawancara Joe Biden bocor ke publik. Menguatkan laporan Robert Hur soal dokumen rahasia, memori yang melemah, hingga kritiknya pada Barack Obama.(AFP)

KELOMPOK sayap kanan Oversight Project merilis rekaman audio percakapan mantan Presiden Amerika Serikat Joe Biden dengan penulis biografinya, Mark Lewis Zwonitzer. Isi rekaman tersebut menguatkan temuan Laporan Penasihat Khusus Robert Hur pada 2024 terkait penyimpanan dokumen rahasia negara dan kondisi daya ingat Biden.

Rilisan ini terjadi setelah Oversight Project, bagian dari Heritage Foundation, memenangkan gugatan hukum terhadap Kementerian Kehakiman AS. Biden yang sempat melawan upaya pembukaan rekaman tersebut akhirnya menarik gugatan hukumnya.

Dalam rekaman tersebut, Biden terdengar santai memperlihatkan catatan dari masa jabatannya sebagai wakil presiden kepada Zwonitzer.

"Mereka bahkan tidak tahu saya menyimpan ini," kata Biden saat menunjukkan catatannya terkait kebijakan luar negeri.

Di beberapa bagian rekaman, Biden tampak kesulitan mengingat tanggal dan informasi. Dalam satu kesempatan, ia mengaku baru menemukan berkas rahasia di rumahnya.

"Jadi ini, saya, di awal tahun 2009, saya baru saja menemukan semua materi rahasia di lantai bawah. Saya menulis memo buatan tangan sepanjang 40 halaman kepada Presiden yang menentang penempatan pasukan tambahan ke Irak, maksud saya, ke Afganistan," ujar Biden.

Menanggapi rilis tersebut, juru bicara TJ Ducklo menegaskan bahwa percakapan pribadi sepuluh tahun lalu itu diberikan kepada Kementerian Kehakiman dengan syarat tetap rahasia. Ia menyebut publikasi ini sebagai bentuk politisasi instansi hukum.

Buka Suara Soal Hubungan dengan Barack Obama

Selain materi rahasia, rekaman tersebut membeberkan dinamika hubungan Biden dengan mantan Presiden Barack Obama. Biden mengungkapkan Obama kerap kesal kepadanya terkait penanganan krisis ekonomi 2008.

"Maksud saya, dia dulu benar-benar marah pada saya," kata Biden.

Biden menilai pemerintahan saat itu kurang agresif menindak para perbankan karena terikat dengan industri teknologi.

"Saya pikir alasan mengapa kita tidak berbuat lebih banyak, omong-omong, adalah karena saya pikir, ini hal yang keras untuk dikatakan, tapi saya pikir secara tidak sadar, setidaknya, Barack dan orang-orangnya terutang budi pada Silicon Valley," lanjutnya.

Mengenai Pilpres 2016, Biden mengenang momen saat Obama meragukan peluangnya mengalahkan Hillary Clinton dalam perebutan nominasi Partai Demokrat.

"Faktanya adalah dia tidak berpikir itu bisa dilakukan pada saat itu, bahwa saya benar-benar bisa keluar dan mendapatkan nominasi," ungkap Biden. (CNN/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |