INDONESIA dan Filipina mencatat kemajuan dalam penyelesaian status warga keturunan di kedua negara, termasuk akses terhadap layanan kesehatan dan sosial. Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan perkembangan ini menjadi bagian dari kerja sama yang dibahas dalam pertemuan ke-8 Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) Indonesia-Filipina.
“Dalam urusan konsuler, kami menyambut kemajuan dalam penyelesaian status orang-orang keturunan Indonesia dan orang-orang keturunan Filipina,” kata Sugiono dalam pernyataan pers bersama di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis, 23 April 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Parreño Lazaro dan menjadi forum utama untuk meninjau kerja sama bilateral lintas sektor.
Pendataan dan Akses Layanan
Lazaro dalam kesempatan yang sama turut menekankan pentingnya pendataan warga keturunan Filipina di Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara, agar mereka dapat memperoleh layanan sosial secara menyeluruh.
“Kami telah membahas upaya yang sedang berlangsung untuk mendaftarkan orang-orang keturunan Filipina di Sulawesi Utara. Filipina berharap program ini memungkinkan mereka untuk terdata dan mengakses layanan sosial secara komprehensif dan cepat,” ujar Lazaro.
Ia juga menyinggung keberhasilan program serupa bagi warga keturunan Indonesia di Filipina. Program tersebut, kata dia, telah memberikan manfaat bagi ribuan orang melalui pengakuan kewarganegaraan Indonesia.
“Kami mengingat kembali gelombang pertama pendaftaran orang-orang keturunan Indonesia di Filipina, sebuah program yang keberhasilannya menjadi bukti upaya Filipina dalam koordinasi dengan otoritas Indonesia. Program itu memberikan manfaat bagi ribuan individu yang kewarganegaraan Indonesianya dikonfirmasi,” kata Lazaro.
Kerja Sama di Berbagai Sektor
Selain isu kewarganegaraan, kedua negara juga membahas kerja sama yang lebih luas dalam kerangka JCBC, yang mencakup sektor pertahanan, ekonomi, pendidikan, dan hubungan antar-masyarakat.
Sugiono mengatakan pembahasan difokuskan pada langkah konkret agar kerja sama bilateral memberi manfaat langsung bagi masyarakat kedua negara. “Diskusi kami berfokus pada satu tujuan, yaitu memastikan bahwa kerja sama bilateral memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat,” ujarnya.
Pertemuan JCBC ke-8 ini juga menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan sebagai sesama negara kepulauan dan anggota pendiri ASEAN, di tengah tantangan kawasan yang semakin kompleks.
Lazaro menambahkan, mekanisme JCBC yang telah berlangsung sejak 1993 menjadi platform penting untuk memperdalam hubungan bilateral. Kedua negara juga sepakat melanjutkan rencana aksi 2022-2027 untuk menghasilkan kerja sama berkelanjutan.












































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4908650/original/070505300_1722696593-20240803BL_Perebutan_Peringkat_Ketiga_Piala_Presiden_2024_3.JPG)




