Rupiah Ditutup Melemah ke Level 17.180 Dolar AS

5 hours ago 1

NILAI tukar rupiah pada Rabu, 22 April 2026 ditutup di level 17.180 per dolar Amerika Serikat atau melemah 38 poin dibandingkan dengan penutupan perdagangan hari sebelumnya. Rupiah melemah seiring keputusan Bank Indonesia menahan suku bunga acuan alias BI Rate di level 4,75 persen.

Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia menunjukkan mata uang rupiah pada hari ini tercatat di level 17.179 per dolar AS. Nilai dolar konsisten di level 17 ribu sejak awal bulan ini.

Pelemahan rupiah hari ini terjadi seiring dengan penguatan dolar AS. Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuabi menyatakan sentimen eksternal yang memengaruhi pergerakan kurs di antaranya pernyataan Presiden AS Donald Trump yang akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu.

“Trump juga mengatakan Angkatan Laut AS akan mempertahankan blokade pelabuhan dan pantai Iran, yang oleh para pemimpin Iran disebut sebagai tindakan perang,” ucapnya lewat keterangan tertulis, Rabu, 22 April 2026.

Langkah sepihak ini belum mendapat persetujuan dari Iran maupun Israel. Iran melalui media yang terafiliasi Garda Revolusi menolak perpanjangan tersebut dan mengancam akan mematahkan blokade AS dengan kekerasan. Blokade di jalur perdagangan Selat Hormuz yang masih berlanjut juga menyebabkan gangguan rantai pasok.

Sentimen eksternal lain yang memengaruhi adalah kebijakan moneter global, khususnya terkait dengan rencana pergantian posisi kepala bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed). Kevin Warsh, calon yang diusulkan Trump, menyatakan tetap akan menjaga independensi The Fed. Namun, juga mengisyaratkan perombakan kebijakan besar di bank sentral jika terpilih.

Dari sisi domestik, sentimen yang memengaruhi adalah tekanan fiskal di tengah beban utang. Selain itu, dipengaruhi kebijakan Bank Indonesia yang kembali menahan suku bunga acuan di level 4,75 persen. BI juga tetap mempertahankan suku bunga Deposit Facility di level 3,75 persen dan suku bunga Lending Facility 5,5 persen.

Mengutip siaran resmi, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan keputusan ini masih konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter. Khususnya dalam memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah. 

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |