Salah Ucap, Donald Trump Sebut Republik Islam Jepang Serang Kapal Induk AS

5 hours ago 4
Salah Ucap, Donald Trump Sebut Republik Islam Jepang Serang Kapal Induk AS Donald Trump.(Al Jazeera)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memicu kebingungan publik setelah secara keliru menyebut Republik Islam Jepang menembakkan 111 rudal ke arah kapal induk AS beberapa bulan lalu. Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Senin, 8 Juli, saat berbicara kepada pers bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki.

Dalam pernyataannya, Trump bermaksud menceritakan ketangguhan armada laut Amerika Serikat, khususnya kapal induk USS Abraham Lincoln. Namun, ia justru salah menyebutkan identitas negara yang terlibat dalam ketegangan militer tersebut.

"Kita memiliki kapal induk yang merupakan salah satu yang terindah di dunia, salah satu yang terbesar, (USS) Abraham Lincoln," ujar Trump. "Dan beberapa bulan lalu, saya menceritakan kisah ini kemarin, kita menghadapi 111 rudal yang ditembakkan oleh Republik Islam Jepang."

Trump menambahkan bahwa ratusan rudal tersebut ditembakkan ke arah kapal induk selama satu jam penuh. Namun ia mengeklaim seluruh proyektil berhasil dicegat oleh sistem pertahanan AS.

Konteks Ketegangan dengan Iran

Kekeliruan Trump diduga merujuk pada ketegangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran, bukan Jepang. Berdasarkan catatan peristiwa, pada Februari lalu, militer AS menembak jatuh satu drone yang mendekati USS Abraham Lincoln secara agresif saat berlayar di Laut Arab, sekitar 500 mil dari pesisir selatan Iran.

Insiden tersebut terjadi sesaat sebelum pecahnya konflik terbuka antara AS-Israel melawan Iran, yang kini memasuki bulan keempat. Pada bulan berikutnya, pihak Iran sempat mengeklaim telah menghantam USS Abraham Lincoln dengan rudal balistik.

Namun, Komando Pusat AS (Centcom) membantah laporan tersebut melalui platform X. Katanya, rudal yang diluncurkan tidak ada yang mendekati sasaran dan kapal tetap beroperasi normal.

Fakta Aliansi AS-Jepang:

Berbeda dengan klaim Trump, Amerika Serikat dan Jepang menjadi sekutu militer selama hampir 75 tahun. Kedua negara menandatangani perjanjian keamanan pada tahun 1952 dan berbagi kesepakatan pertahanan timbal balik. Saat ini, terdapat sekitar 60.000 tentara AS yang ditempatkan di Jepang.

Hingga saat ini, pihak Gedung Putih belum memberikan klarifikasi resmi terkait salah ucap yang mencampuradukkan antara sekutu dekat AS, Jepang, dengan musuh bebuyutannya, Republik Islam Iran. (USA Today/I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |