Sanggah Stok Amunisi Menipis, Donald Trump Ancam Penjara Para Pembocor Informasi

7 hours ago 4
Sanggah Stok Amunisi Menipis, Donald Trump Ancam Penjara Para Pembocor Informasi Donald Trump membantah kabar stok amunisi AS menipis di tengah konflik dengan Iran. Ia menyebut laporan tersebut hoax dan mengancam pembocor informasi.(White House)

PRESIDEN Donald Trump membantah laporan yang menyebut Amerika Serikat sedang mengalami kekurangan amunisi. Melalui unggahan di media sosial, Trump menegaskan persediaan senjata AS tetap melimpah dan berjanji akan menuntut hukuman penjara jangka panjang bagi pihak yang dicurigai membocorkan informasi tersebut.

"AS. memiliki amunisi dalam jumlah yang sangat besar, terutama jenis-jenis tertentu," tulis Trump. "Selain itu, jumlah besar sedang diproduksi dan dikirim ke AS. sesuai kebutuhan."

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya pertanyaan publik mengenai kondisi persenjataan militer AS, setelah pengeluaran amunisi skala besar dalam operasi tempur Operation Epic Fury dan aksi saling serang balasan yang menyertainya.

Laporan media seperti CBS News menyebutkan AS telah menghabiskan sebagian besar stok global rudal presisi jarak jauhnya. Sementara itu, The Washington Post melaporkan Trump sempat menegur Menteri Pertahanan Pete Hegseth terkait potensi kekurangan senjata tersebut.

Menanggapi berita itu, Trump mengecam keras para pembocor informasi dan menyebut laporan media sebagai berita bohong yang mengarah pada pengkhianatan.

"Para 'pembocor' dari pernyataan-pernyataan bermotif pengkhianatan ini sedang diburu," tegas Trump di Truth Social. "Hukuman penjara jangka panjang akan dituntut!"

Ia juga menyatakan dukungannya kepada Hegseth. "Saya sangat senang dengan pekerjaan yang dilakukan Pete Hegseth," tambahnya.

Di sisi lain, Iran merespons isu penipisan amunisi AS tersebut. Menteri Pertahanan Iran, Majid Ibn-e-Reza, menyatakan di platform X bahwa teknologi lokal mereka mampu menghadapi ancaman apa pun.

"Setiap hari, tanda-tanda penurunan kemampuan musuh menjadi semakin jelas," tulis Majid. "Tetapi Angkatan Bersenjata kami - yang didukung oleh industri pertahanan nasional - dilengkapi secara penuh untuk merespons ancaman apa pun."

Meskipun informasi rinci stok rudal AS bersifat rahasia, Center for Strategic and International Studies (CSIS) mengestimasi bahwa pada akhir Juli, AS tersisa sekitar 759 hingga 827 rudal Patriot, sekitar sepertiga dari total sebelum konflik. CSIS juga memperkirakan AS telah menggunakan sekitar 60% dari rudal THAAD miliknya.

Pemerintah AS menegaskan produksi senjata terus ditingkatkan. Hegseth telah mengajukan dana darurat sebesar $87 miliar kepada Senat AS untuk membayarkan gaji prajurit serta dengan cepat mengisi ulang peralatan dan amunisi yang terpakai. (BBC/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |