Penampilan siswa peserta uji kompetensi tari di depan tim penguji.(MI/Djoko Sardjono)
LEMBAGA Kursus dan Pelatihan Seni (LKPS) Kusuma Aji Klaten, Jawa Tengah, kembali menyelenggarakan uji kompetensi tari pada semester I/2026 di Joglo Saestu, Karanglo, Klaten Selatan, Minggu (2/8).
Kegiatan uji kompetensi tari ke-26 kali ini, dengan tujuan untuk mengevaluasi pembelajaran seni tari bagi siswa, selain melatih keberanian dan rasa peraya diri pada siswa LKPS Kusuma Aji.
Ketua Umum Sanggar Tari Kusuma Aji, Tejo Sulistyo, saat ditemui Media Indonesia di Joglo Saestu menjelaskan bahwa penampilan siswa dinilai tiga pakar seni tari, yaitu Supriyanti, Y Sumandiyo Hadi, dan HR Henry Purwanto.
Uji kompetensi tari dasar, terampil, dan mahir Sanggar Kusuma Aji semester I/2026, diikuti 85 siswa. Untuk uji kompetensi siswa putri ada delapan tari, sedangkan siswa putra dua tari.
Menurut Tejo, delapan tari yang diujikan di depan tim penilai untuk kelompok siswa putri, yaitu Tari Pangabekten yang diikuti 13 siswa, Tari Bondhan (5 siswa), dan Tari Kukilo (12 siswa).
Kemudian, Tari Retno Pamudya (6 siswa), Tari Golek Campursari (8 siswa), Tari Gambyong (10 siswa), Tari Golek Tirto Kencono (12 siswa), dan Tari Kusumo Tamtomo (6 siswa).
Sedangkan uji kompetensi tari untuk kelompok putra pada semester I/2026, yaitu Tari Jaran Teji dengan jumlah peserta 7 siswa dan Tari Klana Topeng yang diikuti 6 siswa.
“Uji kompetensi tari hari ini diikuti 85 siswa sekolah mulai tingkat TK, SD, SMP sampai SMA, dan di antaranya siswa dari luar daerah Kabupaten Klaten,” kata Tejo Sulistyo. (H-2)

















































