Serang Balik UEFA, FIFA Sebut Ada Kampanye Hitam dan Upaya Monopoli Sepak Bola

7 hours ago 8
Serang Balik UEFA, FIFA Sebut Ada Kampanye Hitam dan Upaya Monopoli Sepak Bola FIFA menuduh UEFA melakukan kampanye hitam usai UEFA menyeret rencana investasi Piala Dunia Gianni Infantino ke ranah hukum. Simak detail perselisihannya di sini.(Instagram)

PERSETERUAN antara Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dan Uni Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) kian memanas. FIFA secara terbuka menuduh UEFA melakukan "kampanye hitam" terhadap organisasi dan kepemimpinannya. Langkah ini merupakan balasan atas tindakan hukum UEFA terkait rencana Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang sempat ingin menjual sebagian saham hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta.

Pekan lalu, UEFA mengajukan dokumen hukum di Amerika Serikat untuk meminta pembukaan bukti dan dokumen dari FIFA sebagai bagian dari potensi tuntutan pidana di Swiss. UEFA menuduh Infantino melakukan "pengurusan yang salah secara pidana" dan menetapkan "harga di luar pasar yang curang demi keuntungannya sendiri" dalam skema FIFA Forward Enterprise (FFE) yang kini telah dibatalkan.

Merespons tuduhan tersebut, FIFA mengajukan berkas tanggapan ke pengadilan AS, seperti yang dilihat oleh BBC—yang meminta agar izin akses dokumen tersebut ditunda atau ditolak sebelum akhir bulan ini. FIFA menilai argumen UEFA memiliki cacat mendasar dan kelemahan hukum.

"UEFA mengupayakan pembukaan dokumen untuk membantu proses pidana luar negeri yang sebenarnya tidak ada dan UEFA sendiri tidak memiliki kewenangan untuk memulainya. Terlepas dari masalah mendasar itu, UEFA meminta pengadilan ini untuk mengizinkan pembukaan dokumen secara luas tentang FFE," tulis pihak FIFA dalam berkas pengadilan tersebut.

FIFA menegaskan bahwa pembentukan FFE barulah sebatas usulan. Proyek tersebut hanya bisa berjalan jika mendapat dukungan dari mayoritas asosiasi anggota serta persetujuan dari Dewan FIFA.

"Daripada berpartisipasi dalam proses demokratis tersebut, UEFA justru merilis siaran pers—yang menjadi awal dari kampanye hitam selama berminggu-minggu terhadap FIFA dan kepemimpinannya," tambah FIFA.

Selain membantah tuduhan, FIFA menuding UEFA memiliki motivasi ekonomi untuk menghalangi negara-negara kecil agar tidak memiliki kekuatan finansial untuk bersaing dengan elit Eropa.

"Jika sepak bola diperkuat di negara berkembang, persaingan global akan meningkat. Hal ini pada akhirnya mengurangi kekuatan pasar UEFA dan memberikan lebih banyak persaingan bagi turnamen-turnamen unggulannya," tegas FIFA.

FIFA menambahkan bahwa pendanaan FFE bertujuan membantu asosiasi anggota yang lebih kecil agar pemain lokal tidak langsung pindah ke luar negeri dan lebih memilih membela negara asal serta bermain di liga domestik mereka.

Di sisi lain, UEFA menolak memberikan komentar resmi. Namun, sumber internal meyakini jika FIFA tidak menyembunyikan apa pun, mereka seharusnya membuka dokumen tersebut untuk mempercepat proses hukum. UEFA kini memimpin gerakan penolakan terhadap Infantino, yang juga mendesaknya mundur dari jabatannya.

UEFA juga meminta pengadilan di New York menyetujui dokumen hukum untuk mengambil kesaksian dan dokumen dari investor Joshua Kushner beserta perusahaannya, Thrive Eternal, serta penyandang dana Amerika Serikat, Greg Maffei. Kushner rencananya menjadi investor utama yang memimpin investasi sebesar 4,2 miliar dolar AS untuk 20 persen saham di anak perusahaan komersial baru FIFA, sebelum ide itu dibatalkan akibat gelombang protes pada Juli lalu.

UEFA mengklaim nilai Piala Dunia sengaja diturunkan menjadi sekitar 15 miliar poundsterling tanpa melalui lelang terbuka maupun penilai independen, serta tanpa konsultasi dengan hierarki FIFA.

Sementara itu, Joshua Kushner mengungkapkan penyesalannya atas keterlibatan dalam FFE.

"Meskipun kami mendukung motivasi FFE, kami gagal memahami dinamika politik sepak bola global dan sejauh mana beberapa pihak akan bertindak... jika kami tahu ini akan menjadi seperti ini, kami tidak akan terlibat," ujar Kushner. (BBC/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |