Studi Terbaru: Lubang Hitam Supermasif Lepaskan Energi Setara Miliaran Supernova

4 hours ago 2
 Lubang Hitam Supermasif Lepaskan Energi Setara Miliaran Supernova Gambar komposit ini menunjukkan sebuah quasar, yaitu kelas lubang hitam supermasif yang langka dan ekstrem, yang terletak sekitar 3,4 miliar tahun cahaya dari Bumi.(Sumber gambar: Sinar-X: NASA/CXC/Univ. of Nottingham/H. Russell et al.; Radio: NSF/NRAO/VLA; Pengolahan Gambar: NASA/CXC/SAO/N. Wolk)

SELAMA ini, lubang hitam supermasif dikenal sebagai objek kosmik dengan gravitasi ekstrem yang mampu menarik segala materi, termasuk cahaya, ke dalam kegelapan abadi. Namun, temuan terbaru mematahkan persepsi tunggal tersebut. Raksasa kosmik ini ternyata juga berperan sebagai "mesin" energi raksasa yang mampu menyemburkan kekuatan luar biasa ke lingkungan sekitarnya.

Sebuah studi yang dipimpin oleh Satoshi Yamada dari Universitas Tohoku, Jepang, mengungkapkan bahwa angin yang dihasilkan oleh lubang hitam supermasif aktif memiliki kekuatan sekitar 100 kali lebih besar dari perkiraan para ilmuwan sebelumnya. Energi yang dilepaskan melalui aliran gas ini diperkirakan setara dengan ledakan miliaran supernova secara bersamaan.

"Lubang hitam sebagian besar dikenal karena menyedot materi, tetapi mereka juga mengeluarkan gas dalam bentuk angin yang sangat kuat," ujar Yamada dalam pernyataan resminya. Dampak dari semburan ini menciptakan turbulensi pada gas panas yang menyebar hingga radius 300.000 tahun cahaya, sebuah jarak yang jauh melampaui batas galaksi induknya.

Mengamati Kuasar H1821+643

Untuk membedah fenomena ini, tim peneliti memfokuskan pengamatan pada H1821+643, sebuah kuasar terang yang terletak di konstelasi Draco. Objek ini berjarak sekitar 3,4 miliar tahun cahaya dari Bumi dan berada di pusat gugus galaksi yang sangat padat.

Berikut adalah profil teknis dari objek penelitian tersebut berdasarkan data yang dihimpun:

Parameter Detail Informasi
Nama Objek H1821+643 (Kuasar)
Lokasi Konstelasi Draco
Jarak dari Bumi 3,4 Miliar Tahun Cahaya
Massa Lubang Hitam 3 hingga 4 Miliar kali massa Matahari
Instrumen Pengamatan Satelit XRISM (Jepang)
Jangkauan Pengaruh 300.000 Tahun Cahaya

Jejak Atom Besi dan Turbulensi Kosmik

Pengamatan dilakukan selama satu pekan pada September 2024 menggunakan satelit sinar-X XRISM (X-Ray Imaging and Spectroscopy Mission) milik Jepang. Para peneliti melacak jejak atom besi terionisasi di dalam gas panas yang menyelimuti kuasar tersebut.

Melalui analisis perubahan karakteristik cahaya yang dipancarkan oleh ion besi, tim peneliti berhasil memperkirakan kecepatan pergerakan gas dan tingkat turbulensi yang terjadi. Hasilnya mengonfirmasi adanya gelombang kejut masif yang didorong oleh energi dari pusat lubang hitam.

Temuan ini membuktikan bahwa pengaruh lubang hitam tidak terbatas pada wilayah pusat galaksi saja, melainkan mampu menjangkau lingkungan kosmik yang jauh lebih luas. Hal ini sekaligus memperkuat teori bahwa lubang hitam adalah salah satu penggerak utama dinamika gas di alam semesta.

Misteri Rotasi yang Lambat

Selain kekuatannya yang dahsyat, H1821+643 menyimpan keunikan lain. Data dari Observatorium Sinar-X Chandra milik NASA pada 2022 menunjukkan bahwa lubang hitam ini berputar jauh lebih lambat dibandingkan lubang hitam yang berukuran lebih kecil.

Para ilmuwan menduga pertumbuhan raksasa ini terjadi melalui serangkaian penggabungan (merger) dengan lubang hitam lain dari berbagai arah yang tidak teratur. Proses ini berbeda dengan pertumbuhan melalui cakram akresi yang stabil, yang biasanya justru mempercepat putaran rotasi.

"Untuk pertama kalinya, kami telah menunjukkan bahwa lubang hitam memengaruhi lingkungan kosmik yang lebih luas melalui gelombang kejut dengan kekuatan yang menakjubkan," pungkas Yamada. Penelitian mendalam mengenai fenomena ini telah resmi diterbitkan dalam jurnal Nature Astronomy pada 28 Juli 2026. (space/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |