PT Suryacipta Swadaya menandatangani MoU dengan United Overseas Bank (UOB).(Dok.Surycacipta)
PT Suryacipta Swadaya, anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), memperkuat upaya menarik investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) ke Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Strategic Banking Partnership and Industrial Investment Promotion dengan United Overseas Bank (UOB). Kesepakatan tersebut diteken dalam ASEAN Conference 2026 yang berlangsung di Resorts World Convention Centre, Singapura, Jumat (31/7).
MoU ditandatangani Chief Commercial Officer PT Suryacipta Swadaya Abednego Purnomo dan Wholesale Banking Director UOB Harapman Kasan. Kerja sama itu merupakan penguatan kolaborasi yang telah terjalin sejak 2021 sekaligus memperluas strategi pemasaran bersama (collaborative marketing) untuk mempromosikan kawasan industri Subang Smartpolitan kepada investor regional.
Melalui kemitraan tersebut, UOB dan Suryacipta akan mempromosikan peluang investasi di Subang Smartpolitan beserta layanan perbankan kepada pelaku industri di berbagai negara Asia. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat masuknya investasi baru, terutama di sektor manufaktur berteknologi tinggi dan ekosistem kendaraan listrik.
Chief Commercial Officer PT Suryacipta Swadaya Abednego Purnomo mengatakan kerja sama dengan UOB menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas akses investor asing ke kawasan industri yang dikembangkan perseroan.
"Kami sangat antusias memperluas kolaborasi strategis dengan UOB yang telah menjadi mitra tepercaya kami sejak 2021. Penandatanganan MoU ini merupakan wujud nyata tanggung jawab kami dalam memfasilitasi aliran FDI yang berkualitas ke Indonesia. Melalui jaringan luas UOB dan posisi Singapura sebagai pusat bisnis di kawasan Asia, kami optimistis dapat memperkenalkan ekosistem industri terintegrasi di Subang Smartpolitan kepada para investor regional, khususnya bagi mereka yang bergerak di sektor manufaktur hi-tech serta ekosistem kendaraan listrik yang kini menjadi fokus global," kata Abednego.
Suryacipta sebelumnya dikenal sebagai pengembang dan pengelola kawasan industri Suryacipta City of Industry di Karawang. Saat ini perusahaan mengembangkan Subang Smartpolitan sebagai kawasan industri generasi baru yang dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan investasi manufaktur modern.
Menurut perusahaan, pengembangan kawasan tersebut didukung lokasi yang strategis dengan akses langsung ke jaringan Tol Trans Jawa, Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban, serta kedekatan dengan Bandara Internasional Kertajati. Infrastruktur tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi logistik dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok manufaktur regional.
Selain penandatanganan MoU, Suryacipta juga berpartisipasi dalam ASEAN Conference 2026 sebagai panelis pada sesi Indonesia Market Breakout bertajuk Indonesia's Industrial Moment: Reform, Risk and the Real Investment Case. Forum internasional yang mengusung tema ASEAN's Future in a Fractured World itu turut dihadiri Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong.
POTENSI INDONESIA
Dalam forum tersebut, Abednego memaparkan potensi Indonesia sebagai pusat industri dan perdagangan di ASEAN. Ia menyoroti pentingnya integrasi kawasan industri dengan jaringan logistik nasional, pelabuhan laut dalam, jalan tol, dan infrastruktur digital untuk meningkatkan daya saing investasi.
"Subang Smartpolitan hadir sebagai Smart, Green, and Sustainable City. Melalui integrasi dengan jaringan logistik nasional serta infrastruktur kawasan berbasis IoT, kami membangun ekosistem komprehensif yang siap mendukung ketahanan rantai pasok manufaktur. Kepercayaan dari industri EV global, alat berat, elektronik, dan sektor lainnya yang kini menjadi tenant di kawasan kami adalah bukti nyata bahwa Indonesia siap menjadi basis produksi masa depan," ujarnya.
Dalam sesi diskusi tersebut, Suryacipta juga memaparkan berbagai peluang dan tantangan investasi di Indonesia, termasuk perkembangan infrastruktur nasional serta aspek regulasi yang perlu dipahami investor sebelum menjadikan Indonesia sebagai basis produksi jangka panjang.
Melalui kerja sama dengan UOB dan promosi investasi di forum internasional, Suryacipta berharap dapat menarik lebih banyak investasi asing langsung ke Indonesia. Perusahaan menilai masuknya investasi baru akan memperkuat daya saing industri nasional, meningkatkan ketahanan rantai pasok kawasan, sekaligus mempercepat pengembangan Subang Smartpolitan sebagai kawasan industri yang berkelanjutan. (E-2)

















































