Tak Hanya Gangguan Emosi, Stres Juga Dapat Memicu Nyeri Otot

6 hours ago 3
Tak Hanya Gangguan Emosi, Stres Juga Dapat Memicu Nyeri Otot Ilustrasi nyeri otot akibat stres.(Dok. Magnific)

BANYAK orang mengenali stres sebagai rasa cemas, tertekan, atau sulit fokus. Namun, Mayo Clinic menjelaskan bahwa stres juga bisa muncul lewat gejala fisik, termasuk sakit kepala, jantung berdebar, gangguan tidur, hingga ketegangan atau nyeri otot. National Health Service (NHS) juga menyebut stres dapat memengaruhi tubuh, pikiran, dan perilaku secara bersamaan, sehingga keluhan fisik sering kali menjadi tanda awal yang mudah diabaikan.

Otot Menegang saat Tubuh Berada dalam Mode Siaga

Ketika seseorang merasa terancam atau berada di bawah tekanan, tubuh melepaskan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. NHS menjelaskan bahwa respons ini bisa membantu tubuh tetap waspada dalam situasi singkat. Namun, bila stres berlangsung terus-menerus, kondisi itu berubah menjadi masalah.

Pada titik ini, tubuh cenderung berada dalam mode siaga berkepanjangan. Akibatnya, otot menjadi lebih mudah menegang dan terasa nyeri karena tidak mendapatkan kesempatan untuk rileks sepenuhnya.

Nyeri Otot Dapat Membuat Stres Semakin Berat

Hubungan antara stres dan nyeri otot bekerja dua arah. Saat tubuh terasa tidak nyaman, seseorang bisa menjadi lebih sulit tidur, lebih cepat lelah, dan lebih mudah kehilangan fokus. Mayo Clinic menyebut stres yang tidak ditangani dapat berdampak pada kesehatan yang lebih luas, termasuk tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes, dan gangguan jantung.

Sementara itu, NHS mencatat stres juga dapat memicu perubahan perilaku, seperti pola tidur yang tidak teratur (terlalu sedikit atau terlalu banyak), hingga gangguan pola makan seperti makan berlebihan atau justru kurang makan.

Gejala Ringan Jangan Dianggap Sepele

Nyeri otot akibat stres sering muncul di area leher, bahu, punggung, atau rahang. Keluhan ini mungkin terlihat ringan pada awalnya, tetapi jika dibiarkan, dapat mengganggu aktivitas harian dan membuat tubuh semakin sulit kembali ke kondisi normal. NHS menekankan bahwa stres tidak selalu mudah dikenali karena gejalanya bisa tampak seperti kelelahan biasa.

Langkah Sederhana untuk Meredakan Kondisi

Mayo Clinic dan NHS menyarankan beberapa langkah pengelolaan stres yang sederhana namun efektif, antara lain:

  • Rutin bergerak atau berolahraga ringan.
  • Melakukan latihan pernapasan atau meditasi.
  • Memastikan waktu tidur yang cukup.
  • Mengatur manajemen waktu dengan lebih baik.
  • Berbicara dengan orang terdekat untuk berbagi beban pikiran.
  • Menghindari kebiasaan buruk seperti konsumsi alkohol atau rokok.

Jika keluhan tidak membaik, semakin sering muncul, atau terasa sangat mengganggu, pemeriksaan ke tenaga kesehatan perlu dipertimbangkan. NHS juga menegaskan bahwa nyeri dada yang disertai sesak napas, pusing, atau mual perlu ditangani segera karena bisa menandakan kondisi darurat medis.

Secara keseluruhan, ketika tubuh mulai sering terasa pegal atau tegang tanpa penyebab fisik yang jelas, hal tersebut bisa menjadi sinyal bahwa tubuh sedang menghadapi tekanan berlebihan. Mengenali tanda-tanda ini lebih awal dapat membantu mencegah dampak kesehatan yang lebih serius di masa depan. (National Health Service,  Mayo Clinic/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |