Ilustrasi(Dok Istimewa)
TIM panahan Indonesia mengajukan permohonan untuk bertolak lebih awal ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Langkah itu diambil agar para atlet memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi dan menjajal lapangan resmi sebelum kompetisi dimulai.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) Irawadi Hanafi memaparkan bahwa skuad panahan dijadwalkan berlaga pada 25 September, namun rencana keberangkatan awal yang diatur panitia adalah H-2. Padahal, lapangan latihan resmi di Jepang sudah mulai dibuka bagi para peserta sejak 22 dan 23 September.
"Jadi kami mohon kalau bisa kami berangkat tanggal 22," ujar Irawadi saat menerima kunjungan Chief de Mission (CdM) Indonesia untuk Asian Games 2026 di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno, Jakarta pada Selasa (21/7).
Selain penyesuaian jadwal keberangkatan, Irawadi turut mengusulkan penambahan satu orang personel pendamping khusus sebagai masseur untuk menjaga kebugaran atlet. Kebutuhan penata pijat ini dinilai mendesak lantaran jarak antara tempat penginapan, arena latihan, serta fasilitas pemulihan fisik diperkirakan cukup berjauhan.
"Nah saya ingin imbau aja kepada CDM, kita itu hanya diberi jatah 10 atlet dan 4 pelatih, tapi tidak diberikan satu orang pendamping, yaitu kalau saya perlunya adalah masseur," ungkap Irawadi.
PB Perpani juga secara khusus berharap agar panitia tidak menempatkan para atlet panahan di fasilitas akomodasi berupa kapal pesiar jika opsi tersebut disediakan. Menurutnya, berdasarkan evaluasi dari ajang olahraga sebelumnya, menginap di kapal pesiar dinilai kurang ideal dan berpotensi mengganggu proses pemulihan fisik para atlet.
Di sisi lain, tim panahan Indonesia menatap Asian Games 2026 dengan kepercayaan diri tinggi setelah sukses menyabet predikat juara umum pada ajang SEA Games dengan torehan enam medali emas dan dua medali perunggu. Akibat adanya pembatasan kuota, satu atlet putra terpaksa dicoret melalui mekanisme seleksi internal, sehingga Indonesia dipastikan mengirimkan total 10 atlet dan empat pelatih.
"Alhamdulillah cabor panahan meraih juara umum dengan 6 emas dan 2 perunggu. Itu pun sejarah untuk Perpani. Total secara umum ada 10, plus 4 pelatih," jelas Irawadi.
Lebih lanjut, Irawadi mengatakan tim panahan tetap membidik peningkatan prestasi dibandingkan Asian Games sebelumnya, meski persiapan kali ini dihadapkan pada keterbatasan akibat efisiensi anggaran. Ia menegaskan tim akan memaksimalkan persiapan yang ada untuk meraih hasil terbaik.
"Capaian kami adalah Asian Games 4 tahun lalu di Guangzhou, Cina, kami mendapatkan dua perunggu. Maunya tadinya kita ini meningkatkan jadi perak, dan itu sudah di-review oleh Kemenpora. Tapi waktu itu belum ada masalah efisiensi," kata Irawadi.
"Tapi dengan kondisi seperti ini ya kita akan maksimal," imbuhnya.
Pesta olahraga terbesar di Asia, Asian Games Aichi Nagoya 2026, sendiri dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang. (H-2)

















































