Ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari(X @INABadminton)
LANGKAH pasangan ganda putri bulu tangkis Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, harus terhenti lebih awal di ajang Tiongkok Terbuka 2026. Mereka dipaksa mengakui keunggulan wakil Korea Selatan, Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong, dalam pertarungan sengit tiga gim di Olympic Sports Center Gymnasium, Jiangsu, Rabu (23/7).
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Ana/Tiwi sebenarnya sempat mengamankan gim pertama, namun keuletan pasangan unggulan keenam asal Korea Selatan tersebut membalikkan keadaan pada dua gim berikutnya.
Rekap Pertandingan Babak Pertama Tiongkok Terbuka 2026
| Ganda Putri | Febriana D. Kusuma/Meilysa T. Puspitasari vs Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong (KOR) | 21-17, 20-22, dan 13-21 | Olympic Sports Center Gymnasium, Jiangsu |
Evaluasi Momentum dan Strategi
Febriana Dwipuji Kusuma, yang akrab disapa Ana, mengungkapkan bahwa kekalahan ini tak lepas dari kegagalan mereka dalam memanfaatkan momentum. Padahal, menurutnya, pola permainan yang mereka terapkan sudah tepat sejak awal laga.
"Dari awal sudah benar caranya bahkan sampai di gim kedua yang posisinya menang angin," ujar Ana sebagaimana dikutip dari keterangan resmi PBSI.
Namun, situasi berbalik di poin-poin kritis gim kedua. Ana mengakui adanya kesalahan teknis dalam eksekusi pukulan yang justru menguntungkan lawan.
"Di akhir-akhir kami terus berusaha menurunkan bola tapi kadang malah pukulannya tidak pas, pengembaliannya banyak salah yang malah menjadi bumerang. Gim ketiga pasangan Korea bisa bermain lebih baik dari kami," imbuhnya.
Tantangan Kondisi Lapangan
Selain faktor teknis, kondisi lapangan di Jiangsu yang cukup berangin menjadi tantangan tersendiri. Meski Ana mengaku sudah menyiapkan strategi khusus untuk mengantisipasi embusan angin, keuletan Kim/Kong membuat strategi tersebut sulit dijalankan secara konsisten.
Sebagai unggulan keenam, pasangan Korea Selatan tersebut menunjukkan pertahanan yang solid dan serangan yang terjaga. Hal ini membuat Ana/Tiwi kesulitan dalam mengatur tempo permainan.
"Lawan mereka yang benar-benar kuat dan kena-an terus memang kami harusnya bisa jaga momentum. Terus menyerang tapi ada sabarnya juga. Tidak boleh terlalu bernafsu atau terburu-buru," pungkas Ana mengevaluasi jalannya pertandingan. (Ant/Z-1)

















































