Presiden Volodymyr Zelensky merombak pimpinan militer Ukraina. Oleksandr Syrskyi dicopot dan digantikan Mykhailo Drapatyi di tengah gejolak politik internal.(Media Sosial X)
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky resmi mengganti Kepala Staf Angkatan Bersenjata Oleksandr Syrskyi, 60, dan menunjuk Mykhailo Drapatyi, 43, sebagai panglima baru. Langkah ini menandai pergeseran generasi dalam kepemimpinan militer Ukraina di tengah perang yang terus berlanjut.
Syrskyi, tokoh militer berlatar belakang era Soviet, sebelumnya dikenal lewat keberhasilan mempertahankan Kyiv pada 2022, merebut kembali wilayah Kharkiv, hingga operasi di Kursk pada 2024. Namun, kepemimpinannya juga diwarnai tingginya angka gugurnya prajurit serta persaingan politik internal.
Penunjukan Syrskyi pada awal 2024 dilakukan setelah panglima sebelumnya, Valerii Zaluzhnyi, dicopot akibat kegagalan serangan balasan 2023. Namun, dua tahun berselang, ketegangan serupa kembali terjadi. Syrskyi terlibat perselisihan sengit terkait reformasi militer dengan Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov, 35, sosok yang gencar mendorong modernisasi teknologi seperti penggunaan drone dan robotika di garis depan.
Zelensky sempat mencopot Fedorov untuk menghentikan perselisihan tersebut. Keputusan itu memicu gelombang protes warga yang menolak penyingkiran sang menteri. Setelah memicu reaksi publik dan menggelar serangkaian pertemuan dengan para komandan militer, Zelensky akhirnya mengambil langkah tegas dengan mencopot Syrskyi.
Panglima baru, Mykhailo Drapatyi, dinilai mewakili generasi baru kepemimpinan militer Ukraina. Drapatyi memiliki rekam jejak panjang di medan tempur, mulai dari menghentikan invasi awal Rusia di Kryvyi Rih, memimpin pembebasan Kherson, hingga menahan laju pasukan Rusia di Kharkiv. Ia juga menjadi salah satu pelopor penggunaan drone untuk menciptakan zona pertahanan di garis depan.
Perombakan ini terjadi saat Ukraina masih menghadapi tantangan berat, seperti keterbatasan personel, anggaran, dan infrastruktur energi menjelang musim dingin. Kendati demikian, masuknya kepemimpinan muda dan fokus pada efisiensi teknologi diharapkan dapat memberikan dorongan baru bagi strategi pertahanan Kyiv. (CNN/Z-2)

















































