Tren Perjalanan Wisatawan ASEAN 2026: Lebih Cermat dan Terencana

4 hours ago 4
 Lebih Cermat dan Terencana Ilustrasi(MI/HO)

DI tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang, minat masyarakat di kawasan ASEAN untuk melakukan perjalanan tetap menunjukkan tren positif. Namun, terdapat pergeseran perilaku yang signifikan; wisatawan kini cenderung lebih cermat dalam merencanakan perjalanan serta lebih strategis dalam mengelola pengeluaran mereka.

Berdasarkan data pemesanan dari platform AirAsia MOVE untuk periode perjalanan 1 Juli hingga 31 Desember 2026, terlihat bahwa aspek value atau nilai manfaat menjadi pertimbangan utama. Wisatawan kini lebih memprioritaskan destinasi dengan waktu tempuh singkat, melakukan pemesanan jauh hari, hingga menyesuaikan jadwal keberangkatan dengan kondisi finansial pribadi.

Berikut adalah lima tren utama yang diprediksi akan membentuk perilaku wisatawan di kawasan ASEAN hingga penghujung tahun 2026:

1. Selektif dalam Mengatur Anggaran Akomodasi

Data menunjukkan adanya ketimpangan antara pengeluaran transportasi dan akomodasi. Wisatawan terpantau tetap bersedia mengalokasikan dana lebih besar untuk tiket pesawat demi mencapai destinasi impian, namun mereka sangat selektif dalam memilih tempat menginap. Mayoritas pengguna mencari keseimbangan antara kenyamanan dan harga yang kompetitif.

Statistik Pemesanan Hotel:

Dari 1 juta pilihan hotel yang tersedia di aplikasi MOVE, sebanyak 76% pemesanan terfokus pada hotel bintang tiga dan empat. Hal ini menegaskan preferensi wisatawan terhadap akomodasi berkualitas yang tetap menawarkan harga terbaik.

2. Fenomena Liburan di Periode Gajian

Pertimbangan finansial memegang peranan krusial dalam pengambilan keputusan. Data MOVE mengungkapkan bahwa hampir 40% pemesanan penerbangan dilakukan untuk keberangkatan pada tanggal 25 hingga tanggal 5 setiap bulannya. Periode ini bertepatan dengan siklus penerimaan gaji di mayoritas negara ASEAN, yang menjadi momentum bagi masyarakat untuk merealisasikan rencana liburan mereka.

3. Dominasi Destinasi Jarak Dekat (Short-Haul)

Efisiensi waktu dan anggaran mendorong wisatawan untuk melirik destinasi regional yang mudah dijangkau. Terdapat peningkatan sebesar 14% pada pemesanan penerbangan internasional dengan durasi di bawah empat jam dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Destinasi jarak dekat ini kini berkontribusi sebesar 62% dari total keseluruhan pemesanan.

Indikator Tren Data / Persentase
Pemesanan Penerbangan Durasi < 4 Jam Naik 14% (Kontribusi 62% dari total)
Pemesanan Hotel Bintang 3 & 4 76% dari total pemesanan hotel
Pemesanan di Periode Gajian (Tgl 25 - 5) Hampir 40% dari total pemesanan
Selisih Biaya Tiket Pesawat vs Akomodasi Tiket pesawat 35% lebih tinggi

4. Perencanaan Jangka Panjang

Optimisme untuk bepergian tercermin dari kebiasaan baru wisatawan yang memesan tiket lebih dari 120 hari sebelum keberangkatan. Tren perencanaan jauh hari ini diproyeksikan akan terus mendorong pertumbuhan perjalanan internasional pada semester kedua 2026. Beberapa negara yang diprediksi menjadi destinasi favorit antara lain:

  • Malaysia
  • Thailand
  • Indonesia
  • Jepang
  • Filipina

5. Milenial dan Gen Z sebagai Penggerak Utama

Industri pariwisata saat ini digerakkan oleh generasi produktif. Milenial mendominasi dengan kontribusi 43% dari total pemesanan, disusul oleh Gen Z sebesar 23%. Bagi kedua generasi ini, bepergian bukan sekadar gaya hidup, melainkan kebutuhan untuk menjaga keseimbangan hidup (work-life balance), meski tetap dilakukan dengan perhitungan yang matang. (Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |