Trump: Negosiasi dengan Iran Kini Lewat Telepon

3 hours ago 2

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pembicaraan dengan Iran masih berlangsung. Namun, perundingan itu menurut Trump kini dilakukan melalui sambungan telepon. Pernyataan itu disampaikan pada Rabu, 29 April, di Gedung Putih.

Menurut laporan Anadolu, Trump mengatakan, “Kami sedang melakukan pembicaraan dengan mereka sekarang, dan kami tidak lagi terbang 18 jam setiap kali ingin melihat selembar dokumen. Kami melakukannya lewat telepon.”

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ia mengakui pertemuan langsung tetap lebih disukai. Namun, menurut dia, perjalanan panjang untuk pertemuan yang substansinya sudah diketahui dinilai tidak efisien. “Saya selalu menyukai tatap muka, saya anggap itu lebih baik. Tapi ketika harus terbang 18 jam setiap kali ingin mengadakan pertemuan, dan Anda tahu apa isi pertemuannya, itu konyol,” ujarnya.

Mandeknya Perundingan Iran-AS

Perundingan terakhir antara Iran dan Amerika Serikat berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada 11 April. Pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada 28 Februari. Negosiasi itu digelar setelah gencatan senjata dua pekan yang dimediasi Pakistan pada 8 April dan kemudian diperpanjang oleh Trump.

Trump juga membatalkan rencana kunjungan utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Islamabad. Keputusan ini menandai perubahan pendekatan Washington, dari pertemuan langsung menjadi komunikasi jarak jauh.

Blokade Jadi Instrumen Tekanan

Dalam wawancara dengan Axios, Trump menegaskan akan mempertahankan blokade laut terhadap Iran hingga tercapai kesepakatan yang menjawab kekhawatiran Amerika Serikat soal program nuklir Teheran. Ia menolak usulan Iran untuk membuka Selat Hormuz lebih dulu dan menunda pembahasan nuklir.

Trump menilai blokade lebih efektif dibanding serangan militer. “Blokade ini agak lebih efektif daripada pengeboman. Mereka tercekik seperti babi yang kekenyangan. Dan itu akan menjadi lebih buruk bagi mereka. Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir,” kata dia.

Ia juga mengklaim Iran ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri tekanan tersebut. “Mereka ingin berdamai. Mereka tidak ingin saya mempertahankan blokade. Saya tidak ingin mencabutnya, karena saya tidak ingin mereka memiliki senjata nuklir,” ujarnya.

Dari pihak Iran, sumber keamanan senior yang dikutip media pemerintah Press TV, menyatakan blokade laut Amerika Serikat “akan segera dihadapi dengan tindakan praktis dan belum pernah terjadi sebelumnya.”

Trump menyatakan negosiasi masih berlangsung dan mengklaim Iran telah menunjukkan kemajuan. “Pertanyaannya apakah mereka akan melangkah cukup jauh. Saat ini tidak akan pernah ada kesepakatan kecuali mereka setuju bahwa tidak akan pernah ada senjata nuklir,” ujarnya.

Ia juga menyatakan sudah saatnya Iran “mengaku menyerah.” Namun, menurut laporan yang sama, pihak Iran tidak sependapat dengan penilaian tersebut dan menolak anggapan bahwa mereka berada dalam posisi kalah.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |