Kaldera Gunung Boromo kebakaran.(Antara)
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memutuskan untuk menutup total seluruh akses wisata ke Gunung Bromo. Kebijakan ini diambil guna mengefektifkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas di kawasan tersebut.
Penutupan total ini berlaku mulai Sabtu pukul 22.00 WIB. Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada kondisi terkini di lapangan, di mana kobaran api di area Kaldera Bromo terus merambat.
"Dalam rangka efektivitas upaya pemadaman kebakaran, kunjungan ke Bromo dari semua pintu masuk ditutup untuk kunjungan wisata," ujar Rudijanta dalam keterangan resminya.
Cakupan Wilayah Penutupan
Penutupan ini mencakup lima pintu masuk utama yang tersebar di empat wilayah administratif, yaitu:
- Pintu masuk Cemorolawang (Kabupaten Probolinggo)
- Pintu masuk Wonokitri (Kabupaten Pasuruan)
- Pintu masuk Jemplang (Kabupaten Malang)
- Pintu masuk Coban Trisula (Kabupaten Malang)
- Pintu masuk Senduro (Kabupaten Lumajang)
Selain untuk memperlancar proses pemadaman, langkah ini diambil demi menjamin keamanan dan keselamatan pengunjung. Pihak otoritas belum dapat memastikan kapan kawasan wisata ikonik ini akan dibuka kembali.
Mekanisme Reschedule dan Refund Tiket
Bagi wisatawan yang telah melakukan pembelian tiket melalui sistem booking online, Balai Besar TNBTS memberikan dua opsi kompensasi:
- Penjadwalan Ulang (Reschedule): Wisatawan dapat mengatur ulang hari kunjungan setelah kawasan dibuka kembali.
- Pengembalian Dana (Refund): Wisatawan dapat mengajukan pengembalian uang dengan mengisi formulir yang tersedia di laman resmi booking online TNBTS.
Kondisi Terkini: Api Merambah ke Gunung Kursi
Berdasarkan pantauan visual melalui unggahan resmi Instagram Balai Besar TNBTS, api terlihat berkobar hebat di area tebing dekat Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT). Laporan terbaru dari petugas di lapangan menunjukkan bahwa api juga telah merambah ke arah Gunung Kursi.
Rudijanta mengimbau kepada seluruh pelaku usaha jasa wisata agar menghentikan aktivitas sementara waktu di dalam kawasan TNBTS. "Ini demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bersama," pungkasnya. (Ant/E-3)


















































