24 Satwa Liar Diselamatkan dari Karhutla di Kalbar

21 minutes ago 1
24 Satwa Liar Diselamatkan dari Karhutla di Kalbar Sebanyak 24 satwa liar termasuk 15 orangutan dievakuasi dari Karhutla Kalbar.(Dok. UGM)

KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Kalimantan Barat berhasil menyelamatkan 24 satwa liar yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode 1 Agustus hingga 10 September 2026. Satwa-satwa tersebut dievakuasi dari 18 lokasi berbeda yang tersebar di tiga kabupaten di Kalimantan Barat.

Rincian satwa yang diselamatkan meliputi 15 individu orangutan, enam trenggiling, satu bekantan, satu kukang, dan satu musang tenggalung. Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, menyatakan bahwa langkah ini merupakan komitmen berkelanjutan untuk memastikan satwa di wilayah terdampak mendapatkan penanganan medis dan konservasi yang tepat.

Penyelamatan satwa liar terdampak karhutla merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan satwa yang berada di wilayah terdampak mendapatkan penanganan yang tepat. Kami juga mengandalkan laporan masyarakat untuk mengetahui keberadaan satwa yang membutuhkan pertolongan,” ujar Murlan, Jumat (11/9).

Dalam pelaksanaannya, Balai KSDA Kalbar bekerja sama dengan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) serta berbagai pihak terkait. Selain melakukan patroli rutin, tim gabungan secara aktif menindaklanjuti laporan warga mengenai satwa yang terjebak atau keluar dari habitatnya akibat api.

Salah satu aksi penyelamatan terbaru dilakukan terhadap induk dan anak orangutan di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang. Tim menemukan bahwa habitat asli kedua primata tersebut telah hangus terbakar, sehingga tidak lagi memiliki tutupan hutan yang memadai untuk bertahan hidup.

Evakuasi yang dilakukan pada 3 September 2026 tersebut menjadi bagian dari rangkaian panjang operasi penyelamatan satwa di tengah krisis karhutla tahun ini. Kemenhut terus mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan satwa liar yang masuk ke pemukiman atau perkebunan akibat kehilangan ruang hidup di hutan. (Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |