Indonesia Jadi Destinasi Terpopuler Mahasiswa Australia dalam Program New Colombo Plan 2026

41 minutes ago 1
Indonesia Jadi Destinasi Terpopuler Mahasiswa Australia dalam Program New Colombo Plan 2026 Aktivitas mahasiswa Australia yang ambil bagian dalam New Colombo Plan di Indonesia(MI/HO)

INDONESIA mengukuhkan posisinya sebagai destinasi paling populer bagi mahasiswa universitas asal Australia melalui program New Colombo Plan (NCP). Tren ini mencerminkan semakin kuatnya kemitraan pendidikan serta hubungan antarmasyarakat (people-to-people links) antara kedua negara tetangga tersebut.

Pada 2026, Indonesia mencatatkan sejarah dengan jumlah peserta NCP terbanyak sepanjang program ini berjalan. Berdasarkan data yang ada, pendanaan telah dialokasikan untuk mendukung ratusan mahasiswa dalam berbagai skema mobilitas akademik dan profesional.

Tercatat, antara Januari 2025 hingga 30 Juni 2026, lebih dari 1.300 mahasiswa Australia memulai perjalanan mereka di Indonesia. Mereka terlibat dalam berbagai kegiatan mulai dari program studi formal, magang, penelitian, hingga keterlibatan langsung dalam proyek masyarakat di berbagai wilayah nusantara.

Rincian Peserta dan Pendanaan NCP 2026

Berikut adalah rincian distribusi peserta New Colombo Plan yang memilih Indonesia sebagai lokasi pengembangan kapasitas mereka:

Kategori Program Jumlah Peserta
Penerima Beasiswa (Scholarship) 29
Peserta Program Satu Semester 170
Penerima Hibah Mobilitas (Mobility Grants) 691
Total Mahasiswa (Jan 2025 - Juni 2026) > 1.300

Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menegaskan bahwa New Colombo Plan merupakan instrumen vital dalam membangun generasi pemimpin masa depan bagi kedua negara. Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan sangat berharga bagi mahasiswa Australia.

“Indonesia merupakan salah satu tetangga dan mitra terdekat Australia. Melalui New Colombo Plan, mahasiswa Australia memperoleh pengalaman langsung di Indonesia, membangun persahabatan yang harmonis, serta memperluas jaringan profesional yang akan memperkuat hubungan kedua negara di tahun-tahun yang akan datang,” ujar Kamath.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Peran Universitas

Para mahasiswa ini tidak hanya berdiam di ruang kelas. Mereka tersebar di berbagai sektor strategis seperti kesehatan, teknik, keberlanjutan, bisnis, hingga ilmu sosial. Kolaborasi dilakukan bersama universitas lokal, dunia usaha, dan organisasi masyarakat melalui proyek inovatif dan magang profesional.

Sebanyak 26 universitas Australia telah menerima pendanaan NCP khusus untuk program di Indonesia pada putaran 2025 dan 2026. Salah satu sorotan utama terjadi pada periode Juni hingga Juli tahun ini, di mana RMIT University mengirimkan kelompok terbesar dalam sejarahnya.

Sebanyak 43 mahasiswa tingkat akhir bidang Teknik dan Teknologi Komputasi dari RMIT mengikuti program Capstone di Institut Teknologi Bandung (ITB). Di sana, mereka tidak hanya mendalami bahasa dan budaya Indonesia, tetapi juga bekerja sama dengan LSM, instansi pemerintah, dan mitra industri untuk memecahkan tantangan di bidang energi terbarukan serta teknologi berkelanjutan. (Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |